Cultural Days UAD: Membuka Wawasan Interdisipliner Melalui Sastra, Budaya dan Komunikasi

Publish

5 June 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1160
Wajiran, Dekan FSBK UAD memberikan sambutan dalam acara Cultural Daysdi Amphitarium lantai 9 Universitas Ahmad Dahlan.

Wajiran, Dekan FSBK UAD memberikan sambutan dalam acara Cultural Daysdi Amphitarium lantai 9 Universitas Ahmad Dahlan.

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Cultural Days yang diinisiasi oleh Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi dan BSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dibuka dengan sebuah tarian. Tiga penari unjuk kebolehan di atas panggung. Menghibur dan mempesona (5/6). Wajiran, Dekan FSBK mengatakan, kegiatan Cultural Days memiliki nilai positif untuk membuka wawasan interdisipliner kalangan mahasiswa, akademisi, serta guru di lingkup persyarikatan. Melalui peleburan tiga elemen tersebut, Dekan FSBK UAD, Wajiran berharap acara ini dapat menggelorakan semangat integrasi dalam membangun kebudayaan melalui sastra dan komunikasi. 

"Mudah-mudahan acara ini bisa membuka wawasan lebih luas bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari budaya, sastra dan komunikasi," ujarnya. 

Bertempat di Amphitarium lantai 9 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Suminto A Sayuti, Guru Besar Sastra Universitas Negeri Yogyakarta mengatakan, sastra adalah bahasa pemodelan semesta. Dimana bahasa sastra hanya dapat muncul dalam proses kreatif dan dapat ditambang dari mana saja. 

Senada dengan hal tersebut, Abidah El Khalieqy penulis novel Perempuan Berkalung Sorban menyampaikan bahwa proses komunikasi dalam sastra merupakan dakwah melalui pena. Sebagaimana sebuah pena, yang fungsinya tak lain untuk menuliskan sesuatu. “Nuun Walqalami Wamaa Yasturuun. Qolam adalah makhluk pertama yang diciptakan Tuhan,” ujarnya. 

Menurutnya, tugas seorang pengarang adalah menulis dan berkarya. Melalui karyanya tersebut, mereka mengemban misi mencerdaskan kehidupan masyarakat. 

Sasmito, sapaan akrabnya menambahkan, untuk dapat menjadi seorang pengarang atau creator, ia harus terus mampu menjaga kegelisahan sepanjang hidupnya. Karena kegelisahan adalah salah satu bahan yang dapat menghidupkan kreativitas seseorang. “Kita pelihara kegelisahan kreatif sampai dua sisi batu nisan,” ujarnya. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

RIAU, Suara Muhammadiyah - Ponpes Ahmad Dahlan berhasil membawa pulang piala bergilir Kwartir Wilaya....

Suara Muhammadiyah

11 November 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Tak hanya ingin dikenal semata dalam bidang amal usaha pendidikan dan....

Suara Muhammadiyah

19 April 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Condong Catur dan SD Muhammadiyah Condong Catur 2 mengg....

Suara Muhammadiyah

15 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen kembali menghadirkan inovasi pendidikan kreat....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Perkuat ideologi dan kepemimpinan kader, Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisy....

Suara Muhammadiyah

23 August 2025