Kepala Madrasah Muhammadiyah Harus Berani Melakukan Terobosan Sebelum Orang Lain Memikirkannya

Suara Muhammadiyah

24 July 2026

187
Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Madrasah Muhammadiyah bukan sekadar lembaga transfer ilmu, melainkan pusat pembibitan kader bangsa dan Persyarikatan.

Di sinilah peran vital kepala madrasah Muhammadiyah sebagai garda terdepan membawa madrasah jauh lebih mentereng di tingkat nasional, dan bahkan global.

“Kepala sekolah harus punya impian bagaimana mengubah sesuatu yang saya sebut dari pasir menjadi mutiara,” ujar Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Lebih substansial lagi, harus punya strategi untuk menjadikan madrasah Muhammadiyah diminati oleh masyarakat. “Itulah yang perlu kita diskusikan. Dan itu terkadang masing-masing pimpinan punya cara,” sebutnya.

Hal lain dari itu, terang Irwan, berpokok pangkal dari penampilan. Kepala madrasah Muhammadiyah harus bisa mendesain madrasah laik dipandang sebagai tempat mengenyam pendidikan generasi masa depan bangsa.

“Penampilan itu cukup menentukan. Penampilan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda,” tutur Irwan, Kamis (23/7) saat membuka Rapat Kerja (Raker) Duta Madrasah Muhammadiyah di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Dadapan, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sedemikian pentingnya kepala madrasah Muhammadiyah memikirkan kualitas madrasahnya. Karena itu, posisi kepala madrasah tidak main-main; berat, bahkan amat sangat.

“Kursi pimpinan itu bukan kursi empuk. Karena kursi empuk membuat duduk terlena bahkan tertidur sehingga tidak bisa berbuat. Tetapi kursi pimpinan itu adalah kursi panas. Kalau itu kursi panas maka kita tidak pernah betah tinggal di situ,” tegas Irwan.

Maujudnya, persona itu tidak bisa berdiam diri semata, tapi memikirkan jangka ke depan mau dan akan dibawa seperti apa madrasah itu. “Harus terus bergerak berinovasi melakukan sesuatu,” tekannya.

Paradigma kepala madrasah harus terkonstruksi seperti itu. Bukan berarti seharian penuh berada di lingkungan madrasah, tetapi mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan madrasah di masa mendatang.

“Saya sering mengatakan mimpi-mimpi kita pun juga mimpi-mimpi tentang sekolah yang kita mimpikan. Ini harus kerja keras. Dan harus dimulai dengan niat yang ikhlas.” terangnya.

Jauh daripada itu, perlu memikirkan kesejahteraan guru. “Bukan kesejahteraan dirinya sendiri,” celetuknya. Baginya, ini sangat fundamental. “Maka guru harus diperhatikan betul,” tegas Irwan.

menekankan satu hal lagi: Tidak terjebak dalam rutinitas administratif. Kepala madrasah Muhammadiyah harus berani melakukan terobosan kurikulum dan tata kelola. “Yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital,” bebernya.

Kekuatan basic kepala madrasah Muhammadiyah harus mampu menampilkan wajah madrasah Muhammadiyah yang inklusif, berprestasi, dan berkarakter. Bersamaan dengan itu, mesti berkolaborasi antar-madrasah guna memotong ketimpangan kualitas pendidikan daerah.

“Ini yang penting menurut saya. Maka lakukan sesuatu sebelum orang lain sempat memikirkannya,” tandas Irwan. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Ratusan umat Islam mengikuti Shalat Idul Fitri 1445 H. di halaman Ka....

Suara Muhammadiyah

10 April 2024

Berita

Rayakan Iduladha dengan Semangat Kemanusiaan dan Persaudaraan ​JAKARTA, Suara Muhammadiyah &ndash....

Suara Muhammadiyah

30 May 2026

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Mengurus pendidikan itu tidak segampang membalikkan ked....

Suara Muhammadiyah

24 July 2026

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali meneguhkan komitm....

Suara Muhammadiyah

9 October 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan 1447 H sebentar lagi akan datang. Suasana Ramadhan....

Suara Muhammadiyah

13 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah