Keteladanan Perempuan Tangguh Jadi Spirit Merawat Iman

Suara Muhammadiyah

21 May 2025

1191
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ariati Dina Pusipita, menjadi narasumber dalam acara Gerakan Subuh Mengaji (GSM) ‘Aisyiyah Jawa Barat yang ditayangkan secara live melalui channel Youtube tvMu, pada Senin (19/5).

Sebagai pengantar, Ariati terlebih dahulu menjelaskan mengenai pengertian iman. Menurutnya, iman adalah keyakinan dan kepercayaan terhadap keesaan Allah yang diwujudkan melalui perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Iman tidak hanya berhenti pada kesadaran semata, melainkan harus senantiasa dipupuk, dipelihara, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ariati mengupas kandungan QS Al-Anfal ayat 2, yang menjelaskan sifat-sifat orang beriman, yakni mereka yang hatinya bergetar ketika nama Allah disebut dan semakin bertambah imannya ketika ayat-ayat-Nya dibacakan. 

“Ketika disebut nama Allah seperti Allahuakbar, Subhanallah, Alhamdulilah, dan seterusnya. Bahkan, hanya kata Allah saja sudah hadir rasa takut di dalam hatinya,” jelasnya.

Ia memaparkan, iman dapat meningkat ketika seseorang senantiasa mengingat Allah, namun juga dapat menurun ketika banyak melakukan perbuatan maksiat. Sebagai seorang Muslimah, terkadang muncul perasaan jauh dari Allah, terutama saat berada dalam masa menstruasi karena tidak dapat melaksanakan salat maupun membaca Al-Qur'an.

“Padahal, justru pada saat itulah kedekatan kita dengan Allah bisa semakin dikuatkan,” jelasnya. Masa Menstruasi bagi muslimah bukan penghalang kedekatan dengan Allah, kedekatan itu bisa dijaga melalui dzikir, doa, atau refleksi diri yang mendalam

Perasaan jauh dari Allah tidak hanya muncul saat masa menstruasi, tetapi juga ketika seseorang terlalu menginginkan hal-hal yang berorientasi pada duniawi sehingga lalai mengingat akhirat.

“Mudah-mudahan ini menjadi pengingat untuk diri saya sendiri, tetap bisa menjaga nilai-nilai dan merawat keimanan dan justru bisa menambahkan nilai keimanan, walaupun yakin iman itu naik turun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan tentang merawat keimanan dengan meneladani kisah inspiratif dari para perempuan tangguh yang telah meletakkan pondasi keimanan, kebaikan, dan kesabaran, diantaranya, Siti Hajar, Asiyah, Ratu Bilqis, Siti Khodijah, Siti Aisyah, Siti Walidah, Siti Munjiyah, Siti Hayinah, dan Siti Bariyah.

“Dengan keimanan, ketawakalan yang dimiliki atau yang diyakini oleh beliau-beliau. Mereka mampu untuk terus memberikan hidupnya, pikirannya, semata-mata untuk kelangsungan Islam dan bentuk dari menifestasi Islam Rahmatan lil-alamin,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Ariati juga menyampaikan harapannya agar NA terus mendapat dukungan dari berbagai pihak serta dapat senantiasa istiqamah dalam merawat harmoni organisasi dalam menjalankan peran serta kontribusinya bagi umat dan bangsa di masa yang akan datang. (Nad/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur, Prof. Dr....

Suara Muhammadiyah

9 November 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Hari lahir Muhammadiyah yang bertepatan dengan 18 November disebut juga....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Wacana Indonesia Emas 2045 sejatinya bukan sekadar proyeksi masa....

Suara Muhammadiyah

21 December 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Hendra Apriyadi, M.Pd., anggota Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pen....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar wisuda kelima pr....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah