Ketika Hidup Banyak Sengkarut Masalah, Takwa Solusinya

Suara Muhammadiyah

2 April 2026

486
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Manusia dijadikan khlaifah di muka bumi tidak lain dan tidak bukan untuk mengembangan amanah besar. Yakni bertanggung jawab untuk mengelola kehidupan sebagaimana semestinya.

“Untuk kebaikan kita berhubungan dengan Allah, untuk kebaikan ketika kita berhubungan dengan sesama, termasuk juga dengan lingkungan,” kata Muhammad Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam perjalanannya, manusia dihadapkan pada sengkarut masalah yang terjadi. Dan, ini merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dinafikan.

“Masalah itu ada masalah yang tampak kecil, ada masalah yang menengah, ada masalah yang besar,” ujarnya, Selasa (17/3) di TvMu Channel Program Tausiyah Kiai Saad Ibrahim.

Semakin besar masalah yang dihadapi, imbuh Saad, maka akan semakin besar pula kekuatan yang diberikan oleh Allah untuk memecahkan masalah tersebut.

“Kalau kita berhasil itu biasa. Tapi kalau kita sampai gagal, maka sekali lagi kita dipertaruhkan memacahkan masalah kecil saja tidak bisa,” ungkap Saad.

Sekali pun begitu, masalah kecil yang terjadi, tetaplah sarat tantangannya. “Tapi kalau kita berhasil maka sekali lagi itu tantangannya jauh lebih dahsyat,” bebernya.

Ibarat menggembala bebek, jika berhasil melewati tantangannya, ditemukan banyak orang tidak memberikan apresiasi. “Tapi kalau sampai gagal, maka orang akan mencibir,” tuturnya.

Berbeda halnya dengan menggembala kuda liar. Jelaslah tantangannya amat superkompleks. “Kalau kita gagal, orang masih paham,” imbuhnya.

Akan tetapi, jika keduanya bisa dilakukan berikut menghadapi tantangan yang menyertainya, menjadi keberhasilan yang luar biasa. “Semuanya itu ada cara yang jitu yang diberikan oleh Allah,” tekannya.

Di sinilah implikasi dari takwa, yang memiliki ekuivalensi terhadap itu semua. Bahwa, Allah akan memberikan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi oleh segenap hamba-Nya.

“Ketika kita menghadapi masalah tidak selesai-selesai, maka cobalah kita kemudian berusaha untuk mengevaluasi diri kita. Apakah kita telah bertakwa dengan setepat-tepatnya ataukah tidak,” tegas Saad.

Untuk mengukur kadar ketakwaan, dapat ditinjau dari level masalah yang dihadapi. Bisakah menghadapinya atau justru mengalami kegagalan?

“Maka sekali lagi, di situlah kita perlu merenungkan. Moga-moga kita ditolong oleh Allah untuk selalu melaksanakan perintah-perintahnya dan meninggalkan yang dilarangnya dalam konteks ya untuk bertakwa kepada Allah,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Akhirussanah Pon....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) mendapatkan hibah Akseler....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

Promosikan Hak Difabel: Studi Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas Nahdlatul Ulama dan Fiqih Difab....

Suara Muhammadiyah

26 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam Pimpina....

Suara Muhammadiyah

22 February 2026

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperingati milad ke-112 Muhammadiyah, Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah