Ketua LDK Pusat Paparkan Strategi Dakwah Komunitas ala Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

11 November 2025

963
Muchamad Arifin, SAg., MAg

Muchamad Arifin, SAg., MAg

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan kembali menggelar Sekolah Tabligh secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan kapasitas para dai dan mubaligh Muhammadiyah di seluruh wilayah Sulsel agar mampu berdakwah sesuai dengan dinamika sosial masyarakat modern.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang membawakan tema “Pengembangan Dakwah Komunitas di Muhammadiyah.”

Dalam paparannya selama kurang lebih 90 menit, Muchamad Arifin menjelaskan secara mendalam tentang latar belakang lahirnya Lembaga Dakwah Komunitas Muhammadiyah, yaitu sebagai respon atas kebutuhan model dakwah yang lebih kontekstual dan menyentuh realitas sosial masyarakat di berbagai lapisan.

“Muhammadiyah tidak hanya berdakwah di mimbar dan masjid, tetapi juga turun ke tengah masyarakat — ke komunitas-komunitas yang belum banyak tersentuh dakwah. Menjadi dai komunitas adalah panggilan hati yang datang dari Allah,” ungkapnya, Senin (10/11).

Menurutnya, LDK PP Muhammadiyah dibentuk dengan semangat memperluas jangkauan dakwah ke seluruh elemen umat, termasuk komunitas urban, marjinal, dunia kerja, hingga masyarakat adat dan mualaf. LDK menjadi instrumen strategis dalam memperkuat dakwah bil hal — dakwah melalui tindakan nyata — yang berorientasi pada pemberdayaan sosial dan penguatan ketahanan umat.

Lebih lanjut, Muchamad Arifin memaparkan strategi Dakwah Komunitas Muhammadiyah, yang mencakup tiga pendekatan utama. Pertama, pendekatan kultural, yakni memahami karakter sosial dan nilai-nilai lokal dalam setiap komunitas agar dakwah lebih diterima.

Kedua, pendekatan pemberdayaan, yaitu membangun kemandirian ekonomi, pendidikan, dan spiritual masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Ketiga, pendekatan kolaboratif dan partisipatif, di mana dai tidak hanya memberi ceramah, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang didampinginya.

“Dakwah Muhammadiyah tidak eksklusif. Ia hadir untuk semua lapisan masyarakat — dari komunitas bawah, menengah, hingga atas, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan komunitas mualaf. Di sana, semangat dakwah tidak sekadar mengajak kepada syariat Islam, tetapi juga membangun martabat dan kemandirian,” tegasnya. (Rif)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Program Lansia Care yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera....

Suara Muhammadiyah

2 June 2025

Berita

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah — Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya terhadap perdam....

Suara Muhammadiyah

30 September 2026

Berita

  MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ramadhan yang penuh magfirah menjadi momentum memperluas jang....

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) HAMKA....

Suara Muhammadiyah

13 December 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus berkomitmen melakuka....

Suara Muhammadiyah

29 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah