Ketua LDK Pusat Tegaskan Iman sebagai Kompas Kehidupan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
131
Muchammad Arifin, SAg., MAg saat menyampaikan Kajian Ahad Pagi di Masjid Darussalam, Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban, Jawa Timur, Ahad pagi (11/1)

Muchammad Arifin, SAg., MAg saat menyampaikan Kajian Ahad Pagi di Masjid Darussalam, Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban, Jawa Timur, Ahad pagi (11/1)

TUBAN, Suara Muhammadiyah — Suasana Masjid Darussalam, Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban, Jawa Timur, Ahad pagi (11/1), terasa berbeda sejak pukul 06.00 WIB. Kajian Dhuha yang berlangsung hingga pukul 07.00 WIB itu tidak hanya menghadirkan nasihat keimanan, tetapi juga kisah-kisah reflektif dan tayangan video inspiratif yang membuat jamaah larut dalam suasana penuh makna, gembira, dan sesekali diselingi tawa hangat.

Kajian bertema “Menjadikan Iman Sebagai Kompas Kehidupan” tersebut disampaikan oleh Ustadz Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan gaya tutur yang mengalir dan membumi, beliau mengajak jamaah merenungi bagaimana iman seharusnya menjadi penentu arah hidup, bukan sekadar hiasan dalam ritual.

Dalam pemaparannya, Ustadz Arifin menggambarkan iman seperti pondasi bangunan. Melalui cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. "Seindah apa pun amal dan pencapaian, semuanya bisa runtuh seketika jika pondasi iman rapuh dan tidak dirawat," tegasnya.

Beliau juga menyoroti tantangan keimanan di era digital, di antaranya kebiasaan berlebihan dalam bermedia sosial, sikap pamer, serta marah yang tak terkendali. Penyampaian yang disertai contoh nyata membuat jamaah tidak hanya tersenyum, tetapi juga terdiam dalam renungan.

Arifin mengajak jamaah bercermin pada kualitas shalat dan niat. Shalat, menurutnya, bukan sekadar rutinitas, melainkan penjaga diri yang menahan seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Sementara niat adalah modal utama yang menentukan bernilai atau tidaknya sebuah ibadah di sisi Allah.

Berlangsung dalam suasana yang ringan namun sarat makna, kajian ini ditutup dengan ajakan untuk menjaga iman agar tetap menjadi kompas kehidupan—menuntun langkah, meluruskan tujuan, dan menenangkan hati. Jamaah pun meninggalkan masjid dengan wajah cerah, membawa bekal iman untuk menjalani hari dengan lebih sadar dan penuh semangat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan rencana peresmian UMLA tower, medical center dan do....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah -  Program Studi Diploma 3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (....

Suara Muhammadiyah

8 January 2026

Berita

Ustadz Gita Danu Pranata Ungkap Perbedaan Sabar dan Malas SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pesantren Mo....

Suara Muhammadiyah

5 September 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Ratusan peserta pawai goes meriahkan Milad Muhammadiyah ke 113 PCM Cil....

Suara Muhammadiyah

3 December 2025

Berita

  Pesta HW Ke-10 di Ponpes At-Tajdid: Perayaan Syukur dan Pendidikan Karakter.  BLORA, S....

Suara Muhammadiyah

22 September 2024