Ketua LDK Pusat Tegaskan Iman sebagai Kompas Kehidupan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
360
Muchammad Arifin, SAg., MAg saat menyampaikan Kajian Ahad Pagi di Masjid Darussalam, Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban, Jawa Timur, Ahad pagi (11/1)

Muchammad Arifin, SAg., MAg saat menyampaikan Kajian Ahad Pagi di Masjid Darussalam, Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban, Jawa Timur, Ahad pagi (11/1)

TUBAN, Suara Muhammadiyah — Suasana Masjid Darussalam, Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban, Jawa Timur, Ahad pagi (11/1), terasa berbeda sejak pukul 06.00 WIB. Kajian Dhuha yang berlangsung hingga pukul 07.00 WIB itu tidak hanya menghadirkan nasihat keimanan, tetapi juga kisah-kisah reflektif dan tayangan video inspiratif yang membuat jamaah larut dalam suasana penuh makna, gembira, dan sesekali diselingi tawa hangat.

Kajian bertema “Menjadikan Iman Sebagai Kompas Kehidupan” tersebut disampaikan oleh Ustadz Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan gaya tutur yang mengalir dan membumi, beliau mengajak jamaah merenungi bagaimana iman seharusnya menjadi penentu arah hidup, bukan sekadar hiasan dalam ritual.

Dalam pemaparannya, Ustadz Arifin menggambarkan iman seperti pondasi bangunan. Melalui cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. "Seindah apa pun amal dan pencapaian, semuanya bisa runtuh seketika jika pondasi iman rapuh dan tidak dirawat," tegasnya.

Beliau juga menyoroti tantangan keimanan di era digital, di antaranya kebiasaan berlebihan dalam bermedia sosial, sikap pamer, serta marah yang tak terkendali. Penyampaian yang disertai contoh nyata membuat jamaah tidak hanya tersenyum, tetapi juga terdiam dalam renungan.

Arifin mengajak jamaah bercermin pada kualitas shalat dan niat. Shalat, menurutnya, bukan sekadar rutinitas, melainkan penjaga diri yang menahan seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Sementara niat adalah modal utama yang menentukan bernilai atau tidaknya sebuah ibadah di sisi Allah.

Berlangsung dalam suasana yang ringan namun sarat makna, kajian ini ditutup dengan ajakan untuk menjaga iman agar tetap menjadi kompas kehidupan—menuntun langkah, meluruskan tujuan, dan menenangkan hati. Jamaah pun meninggalkan masjid dengan wajah cerah, membawa bekal iman untuk menjalani hari dengan lebih sadar dan penuh semangat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Sebuah inovasi menarik lahir dari para siswa  kreatif siswa....

Suara Muhammadiyah

30 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi tantangan ....

Suara Muhammadiyah

9 January 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Setelah 4 tahun berdiri, akhirnya KB Aisyiyah Maguwoharjo memiliki gedu....

Suara Muhammadiyah

16 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Hard....

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

Berita

BALI, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah, dalam surat keputusan hasil hisab awal Ramadhan Nomor 159/I....

Suara Muhammadiyah

2 March 2024