Kegiatan IPM Harus Menyenangkan, Bukan Sekadar Program Kerja

Suara Muhammadiyah

6 December 2025

912
Arif Jamali Muis, SPd, MPd. Foto: Cris

Arif Jamali Muis, SPd, MPd. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Staff Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Arif Jamali Muis, SPd, MPd mengatakan, pendidikan karakter tidak lahir secara instan, tetapi terbentuk melalui pembiasaan yang konsisten. Namun, pembiasaan itu hanya dapat tumbuh dalam lingkungan sekolah yang positif.

“Suasana sekolah yang menggembirakan adalah dasar pembentukan karakter. Kalau sekolah saja terasa menekan, apalagi kegiatan IPM-nya tidak menyenangkan, maka karakter yang baik akan sulit tumbuh,” tegasnya saat keynote speaker di forum Pelajar Bicara Kemanusiaan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Sabtu (6/12),

Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Pelajar Muhammadiyah sebagai Agen Utama Mengeliminasikan Kekerasan di Ruang Publik, https://suaramuhammadiyah.id/read/pelajar-muhammadiyah-sebagai-agen-utama-mengeliminasikan-kekerasan-di-ruang-publik

Ia mengingatkan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang ditentukan oleh karakter, sehingga sekolah harus menjadi ruang yang memberi rasa aman dan kenyamanan bagi pelajar.

Karena itu, Arif mendorong para aktivis IPM untuk menghadirkan program dan kegiatan yang menghibur, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pelajar.

“Kegiatan IPM harus menggembirakan, menjadi alternatif positif bagi siswa, dan membuat sekolah terasa nyaman untuk semua,” ujarnya.

Arif juga menekankan bahwa aktivis IPM perlu berpikir keras secara kolektif untuk merancang kegiatan yang benar-benar bermanfaat, bukan sekadar memenuhi program kerja. Melalui aktivitas berdiskusi, bernegosiasi, hingga mengorganisir kegiatan, pelajar sebenarnya sedang ditempa kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berproses menjadi pribadi yang lebih matang.

Lebih jauh, ia mengajak IPM untuk fokus pada isu-isu yang dekat dengan kehidupan pelajar, seperti perlindungan anak, literasi digital, kesehatan mental, hingga pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual. Semua itu, menurutnya, hanya bisa diperjuangkan jika sekolah menjadi ruang yang aman.

“Isu penting IPM bukan politik elite, tetapi bagaimana memastikan teman-teman pelajar aman, nyaman, dan bisa berkembang,” ungkapnya. (Vivi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen kembali menghadirkan inovasi pendidikan kreat....

Suara Muhammadiyah

27 August 2025

Berita

Santri Darul Arqam Gombara harus Kuasai Dakwah Digital di Era Modern Pesantren Darul Arqam Muhammad....

Suara Muhammadiyah

25 January 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menye....

Suara Muhammadiyah

12 July 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Program Studi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Kesehatan Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah memiliki identitas sebagai gerakan Islam yang me....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah