Ketua MDMC Aceh Tengah Lepas Nakes ke Wilayah Terdampak Bencana

Suara Muhammadiyah

8 January 2026

611
Foto Istimewa

Foto Istimewa

TAKENGON, Suara Muhammadiyah – Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Yan Budianto di damping Sekretaris Agusnaidi B, melepas relawan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan dampak bencana di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (08/01/2026).

Relawan yang diberangkatkan merupakan tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas profesi yang dengan sukarela dan penuh keikhlasan mengabdikan diri untuk melayani masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Yan Budianto pada saat pelepasan mengatakan fokus utama penugasan saat ini berada di Kecamatan Ketol yaitu Desa Burlah, Kekuyang, Bugeara dan Bintang Pepara, Bergang, Pantan Redup dan Karang Ampar.

Sedangkan untuk Kecamatan Linge masih harus menggunakan sling penyeberangan untuk menuju 5 kampung yaitu, Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje dan Reje Payung dengan jumlah penduduk 532 KK.

“Sekarang kita koordinasikan agar tidak ada daerah yang kelebihan tenaga dan tidak ada daerah yang kekurangan. Semua harus merasakan distribusi layanan kesehatan yang adil dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkap Yan Budianto.

Pada Kamis (8/1/2026) relawan diberangkatkan ke wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi, antara lain Bener Meriah, Takengon, termasuk daerah yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

“Kami membawa tim yang lengkap, termasuk psikolog klinis dan psikiater untuk penanganan trauma healing, karena pemulihan tidak hanya fisik tetapi juga mental masyarakat terdampak,” tambah Agusnaidi Budaya Sekretaris POSKORDA Aceh Tengah.

Tim relawan terdiri dari berbagai disiplin, mulai dari dokter spesialis mata, bedah, neurologi, anak, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga laboratorium, radiografer, kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga psikolog klinis dan psikiater yang difokuskan pada layanan trauma healing, khususnya di posko pengungsian.

Sejak hari ketiga pascabencana, Kemenkes telah mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak. Namun pada tahap awal, pengiriman dilakukan secara mandiri oleh masing-masing rumah sakit. Melalui koordinasi terpusat, distribusi relawan kini dilakukan lebih merata agar seluruh wilayah terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan. (Agusnaidi B/Riz/Ha)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Selama 5 hari dan 4 malam, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Y....

Suara Muhammadiyah

16 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dewan Pakar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI)....

Suara Muhammadiyah

25 February 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Dr Hendar ....

Suara Muhammadiyah

28 May 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Latihan Dasar Disiplin Kepemimpinan (LDDK) SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) C....

Suara Muhammadiyah

22 July 2026

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah– Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Program Studi S1 Pe....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah