Ketua PDM Klaten Kupas Makna Ibadah Sebagai Jalan Hidup Dalam Rangkaian CRM Award VI

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
564
Iskak Sulistiya, Ketua PDM Klaten

Iskak Sulistiya, Ketua PDM Klaten

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah — Suasana Masjid Al Jihad Banjarmasin terasa hangat dan khusyuk di pagi hari Kamis (13/11/2025). Usai shalat subuh, jamaah larut dalam renungan mendalam bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Iskak Sulistiya. Ia naik ke atas mimbar membawakan kajian bertajuk “Makna Ibadah”. 

Kajian ini menjadi bagian dari rangkaian Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Award VI 2025, yang digelar pada 13–16 November 2025 di Banjarmasin. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi spiritual di tengah semangat dakwah dan penguatan gerakan cabang, ranting dan masjid Muhammadiyah. 

Dalam pembukaannya, Iskak mengajak jamaah untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat waktu dan kesempatan beribadah yang terus mengiringi kehidupan sehari-hari. 

“Kalau kita sadari, dari bangun tidur hingga kembali tidur, sesungguhnya hidup kita penuh dengan ibadah. Tinggal bagaimana kita memaknainya,” ujarnya penuh makna. 

Lebih jauh, ia menjelaskan konsep ibadah dari perspektif Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah halaman 276 tentang al-masaailul khamsah. Menurutnya, ibadah memiliki dua makna pokok: melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. 

Namun, Iskak menegaskan bahwa dalam pandangan Muhammadiyah, ibadah tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas muamalah yang dilakukan dengan niat mencari ridha Allah SWT. 

“Segala amal, pekerjaan, dan pengabdian kita bisa bernilai ibadah bila diniatkan karena Allah. Bahkan bekerja, menolong orang lain, dan mengajar pun bisa menjadi ibadah,” terangnya. 

Dalam penjelasannya, ia juga mengutip *Buku Pedoman Pengkaderan* yang memuat prinsip-prinsip dasar kesempurnaan ibadah. Beberapa di antaranya adalah:  

1. Ibadah hanya ditujukan kepada Allah SWT.

2. Harus sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

3. Tidak memberatkan, dan memberi keringanan saat ada udzur syar’i.

4. Menjaga keseimbangan antara jasmani, rohani, dunia, dan akhirat. 

Iskak menutup kajian dengan ajakan reflektif agar umat Islam senantiasa mengangkat setiap amal menjadi bentuk penghambaan. 

Kajian yang berlangsung hangat dan inspiratif itu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta CRM Award VI. Mereka diajak untuk melihat ibadah bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai gaya hidup islami yang mencerahkan kehidupan. 

Kajian ini selengkapnya dapat anda tonton melalui kanal YouTube Masjid Al-Jihad Banjarmasin pada tautan berikut: https://www.youtube.com/live/fsIviJGJZsE

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan mengukuhkan 19 Majelis dan Lemba....

Suara Muhammadiyah

29 October 2023

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Profesi dokter erat kaitannya dengan pengabdian masyarakat, sebagai g....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama Brain IPB menggela....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Prof Dr H Dadang Kahmad, MSi m....

Suara Muhammadiyah

5 July 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Keberhasilan program prioritas wajib belajar 13 tahun mutlak me....

Suara Muhammadiyah

5 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah