Ketua PDM Klaten Kupas Makna Ibadah Sebagai Jalan Hidup Dalam Rangkaian CRM Award VI

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
387
Iskak Sulistiya, Ketua PDM Klaten

Iskak Sulistiya, Ketua PDM Klaten

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah — Suasana Masjid Al Jihad Banjarmasin terasa hangat dan khusyuk di pagi hari Kamis (13/11/2025). Usai shalat subuh, jamaah larut dalam renungan mendalam bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Iskak Sulistiya. Ia naik ke atas mimbar membawakan kajian bertajuk “Makna Ibadah”. 

Kajian ini menjadi bagian dari rangkaian Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Award VI 2025, yang digelar pada 13–16 November 2025 di Banjarmasin. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi spiritual di tengah semangat dakwah dan penguatan gerakan cabang, ranting dan masjid Muhammadiyah. 

Dalam pembukaannya, Iskak mengajak jamaah untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat waktu dan kesempatan beribadah yang terus mengiringi kehidupan sehari-hari. 

“Kalau kita sadari, dari bangun tidur hingga kembali tidur, sesungguhnya hidup kita penuh dengan ibadah. Tinggal bagaimana kita memaknainya,” ujarnya penuh makna. 

Lebih jauh, ia menjelaskan konsep ibadah dari perspektif Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah halaman 276 tentang al-masaailul khamsah. Menurutnya, ibadah memiliki dua makna pokok: melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. 

Namun, Iskak menegaskan bahwa dalam pandangan Muhammadiyah, ibadah tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas muamalah yang dilakukan dengan niat mencari ridha Allah SWT. 

“Segala amal, pekerjaan, dan pengabdian kita bisa bernilai ibadah bila diniatkan karena Allah. Bahkan bekerja, menolong orang lain, dan mengajar pun bisa menjadi ibadah,” terangnya. 

Dalam penjelasannya, ia juga mengutip *Buku Pedoman Pengkaderan* yang memuat prinsip-prinsip dasar kesempurnaan ibadah. Beberapa di antaranya adalah:  

1. Ibadah hanya ditujukan kepada Allah SWT.

2. Harus sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

3. Tidak memberatkan, dan memberi keringanan saat ada udzur syar’i.

4. Menjaga keseimbangan antara jasmani, rohani, dunia, dan akhirat. 

Iskak menutup kajian dengan ajakan reflektif agar umat Islam senantiasa mengangkat setiap amal menjadi bentuk penghambaan. 

Kajian yang berlangsung hangat dan inspiratif itu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta CRM Award VI. Mereka diajak untuk melihat ibadah bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai gaya hidup islami yang mencerahkan kehidupan. 

Kajian ini selengkapnya dapat anda tonton melalui kanal YouTube Masjid Al-Jihad Banjarmasin pada tautan berikut: https://www.youtube.com/live/fsIviJGJZsE

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah — Upaya pemulihan layanan kesehatan pascabanjir di Kampung Te....

Suara Muhammadiyah

25 December 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lazismu Pusat menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi pentingnya za....

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara Penyerahan ....

Suara Muhammadiyah

2 August 2025

Berita

KL, Suara Muhammadiyah - Kabar menggembirakan datang dari Malaysia. Aliya Nengsih mahasiswa program ....

Suara Muhammadiyah

21 July 2024

Berita

HONGKONG, Suara Muhammadiyah – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Pimpinan Cabang Istimewa Ais....

Suara Muhammadiyah

5 October 2023