Ketua PDM Klaten Kupas Makna Ibadah Sebagai Jalan Hidup Dalam Rangkaian CRM Award VI

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
563
Iskak Sulistiya, Ketua PDM Klaten

Iskak Sulistiya, Ketua PDM Klaten

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah — Suasana Masjid Al Jihad Banjarmasin terasa hangat dan khusyuk di pagi hari Kamis (13/11/2025). Usai shalat subuh, jamaah larut dalam renungan mendalam bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Iskak Sulistiya. Ia naik ke atas mimbar membawakan kajian bertajuk “Makna Ibadah”. 

Kajian ini menjadi bagian dari rangkaian Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Award VI 2025, yang digelar pada 13–16 November 2025 di Banjarmasin. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi spiritual di tengah semangat dakwah dan penguatan gerakan cabang, ranting dan masjid Muhammadiyah. 

Dalam pembukaannya, Iskak mengajak jamaah untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat waktu dan kesempatan beribadah yang terus mengiringi kehidupan sehari-hari. 

“Kalau kita sadari, dari bangun tidur hingga kembali tidur, sesungguhnya hidup kita penuh dengan ibadah. Tinggal bagaimana kita memaknainya,” ujarnya penuh makna. 

Lebih jauh, ia menjelaskan konsep ibadah dari perspektif Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah halaman 276 tentang al-masaailul khamsah. Menurutnya, ibadah memiliki dua makna pokok: melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. 

Namun, Iskak menegaskan bahwa dalam pandangan Muhammadiyah, ibadah tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas muamalah yang dilakukan dengan niat mencari ridha Allah SWT. 

“Segala amal, pekerjaan, dan pengabdian kita bisa bernilai ibadah bila diniatkan karena Allah. Bahkan bekerja, menolong orang lain, dan mengajar pun bisa menjadi ibadah,” terangnya. 

Dalam penjelasannya, ia juga mengutip *Buku Pedoman Pengkaderan* yang memuat prinsip-prinsip dasar kesempurnaan ibadah. Beberapa di antaranya adalah:  

1. Ibadah hanya ditujukan kepada Allah SWT.

2. Harus sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

3. Tidak memberatkan, dan memberi keringanan saat ada udzur syar’i.

4. Menjaga keseimbangan antara jasmani, rohani, dunia, dan akhirat. 

Iskak menutup kajian dengan ajakan reflektif agar umat Islam senantiasa mengangkat setiap amal menjadi bentuk penghambaan. 

Kajian yang berlangsung hangat dan inspiratif itu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta CRM Award VI. Mereka diajak untuk melihat ibadah bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai gaya hidup islami yang mencerahkan kehidupan. 

Kajian ini selengkapnya dapat anda tonton melalui kanal YouTube Masjid Al-Jihad Banjarmasin pada tautan berikut: https://www.youtube.com/live/fsIviJGJZsE

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SERANG, Suara Muhammadiyah - Menurut Haedar Nashir, kunci peradaban maju terletak pada tiga hal. Yak....

Suara Muhammadiyah

4 September 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Kantor Humas, Perpustakaan, dan Bahasa Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

31 January 2026

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Dua Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) memenangkan pe....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Berita

Malasyia, Suara Muhammadiyah - 13 Agustus 2025 – Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Ilm....

Suara Muhammadiyah

15 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur menggelar kegia....

Suara Muhammadiyah

10 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah