Ketua PWM Aceh di Rakerda Muhammadiyah Aceh Besar: Jaga Kepercayaan Pewakif

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

1168
Foto Istimewa

Foto Istimewa

ACEH BESAR, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Malik Musa, S.H., M.H., menekankan pentingnya menjaga kepercayaan para pewakif.

“Jangan sia-siakan harta wakaf, karena kita harus menjaga kepercayaan pewakif yang telah mewakafkan hartanya untuk dikelola Muhammadiyah,” ujar Malik Musa.

Hal itu disampaikan saat memberikan Khutbah Iftitah dan membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Besar dan Ortom, Ahad (23/02/2025).

Malik Musa mengingatkan bahwa jika aset wakaf tidak dikelola sesuai peruntukannya, maka dapat berujung pada dosa kolektif.

Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali pengajian Muhammadiyah sebagai ruh utama pergerakan organisasi.

“Tidak ada Muhammadiyah kalau tidak ada pengajian Muhammadiyah. Maka, aktifkan pengajian. Kalau tidak bisa seminggu sekali, sebulan pun jadi,” ujar Malik Musa pada Rakerda yang berlangsung di Pesantren Baitul Arqam Sibreh.

Pada Rakerda yang mengangkat tema "Penguatan Peran Pengurus Cabang dan Peningkatan Dakwah Muhammadiyah", Malik Musa mendorong penguatan struktur cabang dengan melakukan pendataan warga Muhammadiyah dan simpatisan.

“Lakukan pendataan warga Muhammadiyah dan para simpatisan. Undang mereka dalam acara kebersamaan seperti buka puasa bersama guna mempererat hubungan dan komitmen terhadap Muhammadiyah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Besar, Drs. Jufri, menekankan bahwa semangat berjamaah harus terus dijaga dalam organisasi.

Menurutnya, jiwa warga Muhammadiyah dapat terlihat dalam dua hal utama: rapat-rapat dan pengajian.

“Dua hal ini sangat penting karena di sanalah kita bisa membicarakan program dan strategi,” ujar Jufri.

Ia menegaskan bahwa kemajuan Muhammadiyah tidak bisa hanya bergantung pada satu atau dua orang, tetapi harus bergerak secara kolektif.

“Muhammadiyah akan maju apabila kita bergerak sepakat, sama-sama melangkah. Tanggung jawab Muhammadiyah bukan hanya di pundak ketua, tetapi seluruh anggota. Muhammadiyah punya sistem kolegial, bukan hanya ketua saja yang bekerja,” tutupnya.

Rakerda ini menjadi momentum bagi Muhammadiyah Aceh Besar untuk semakin memperkuat peran dan kontribusinya dalam dakwah serta pengelolaan organisasi yang lebih profesional dan berkesinambungan. (Agusnaidi B/Riz/Ha)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Upaya memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi terus digen....

Suara Muhammadiyah

22 April 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

20 July 2024

Berita

LAMTIM, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Pekalongan mengadakan ....

Suara Muhammadiyah

11 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Gelaran Liga 3 Nasional 2023/2024 resmi bergulir, dengan fase grup ....

Suara Muhammadiyah

1 May 2024

Berita

PCM Kenjeran Beri 'Investasi Akhirat' Rp 25 Juta untuk Pembebasan Lahan AUM Pendidikan di PCM Jamban....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah