Kehadiran Agama Islam Berfungsi Mewujudkan Kehidupan Sejahtera, Damai, dan Bahagia

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
58
Dr H Hamim Ilyas, MAg. Foto: Cris

Dr H Hamim Ilyas, MAg. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Konsolidasi dan Pendalaman Materi Ketarjihan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (24/1), menjadi ruang dialogis yang sangat substansial. Lebih-lebih mencakup dua pokok tema, Fikih Zakat Kontemporer dan Kalender Hijriah Global Tunggal.

"Dua tema ini banyak yang baru. Barunya itu bukan sekadar kita melakukan pembaruan, tapi barunya itu kita menemukan ajaran Islam yang otentik," kata Hamim Ilyas, menggarisbawahi ajaran tersebut berkelindan dengan representasi dari Islam rahmatan lil 'alamin.

"Islam itu diwahyukan dan didakwahkan karena rahmat Allah dan untuk mewujudkan rahmat Allah untuk al-‘alamin,” jelas Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tersebut di Gedung Serbaguna Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Menukil pandangan Ar-Raghib al-Asfahani, kata rahmat sebagai bingkai dari perasaan halus, perasaan lembut. “Yang itu merupakan pantulan cinta kasih atau sayang, yang mendorong untuk memberikan kebaikan yang masuk akal kepada yang dikasihi,” ulas Hamim. Dengan penekanan dari Imam Al-Mawardi meniscayakan anugerah kepada pihak yang membutuhkan.

“Sehingga rahmat itu konsep untuk menyebut cinta, kasih, dan sayang dengan penekanan yang tertentu,” katanya. Permisalan dari kata cinta bisa disebut rahmat, kalau ekspresinya memenuhi kebutuhan yang dicintai. “Dan kita Insyaallah memiliki cinta yang disebut rahmat itu,” tuturnya.

Di sinilah letak elementer agama Islam. “Untuk mewujudkan rahmat Allah (untuk memenuhi kebutuhan al-‘alamin yang dicintai oleh Allah SwT),” imbuhnya. kebutuhan al-‘alamin, sambung Hamim, “keadaan baik,” ucapnya. Dalam konteks makhluk hidup, “Untuk hidup baik,” sambungnya. Dengan ciri khas Al-Qur’an disebut hayyah thayyibah (Qs an-Nahl ayat 97).

“Dalam ayat ini, kehidupan yang hayyah thayyibah diperoleh dengan amal saleh dan menjadi mukmin. Atau dengan kata lain dengan iman dan amal saleh,” tegasnya, yang untuk konteks iman dan amal saleh perolehannya akan mendapatkan tiga ukuran. “Sejahtera-sesejahtera-sejahteranya, damai-sedamai-damainya, bahagia-sebahagia-bahagianya,” tekannya.

Secara konseptual, ajaran Islam yang didakwahkan Muhammadiyah memiliki watak otentik karena selaras dengan ajaran Al-Qur’an, yakni Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). “Islam di Muhammadiyah itu agama yang fungsional. Agama yang memiliki nilai guna untuk mewujudkan kebaikan hidup di dunia dan di akhirat,” tandas Hamim. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Komisariat IMM FAI UAD menyelenggarakan Darul Arqam Dasar ....

Suara Muhammadiyah

15 May 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

18 February 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya penguatan karakter dan penanganan kekerasan, Pusat Penguatan....

Suara Muhammadiyah

23 November 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah  — Masjid bagi umat Islam memiliki peran yang sangat vital. ....

Suara Muhammadiyah

28 January 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mut'i melak....

Suara Muhammadiyah

10 September 2025