Kehadiran Agama Islam Berfungsi Mewujudkan Kehidupan Sejahtera, Damai, dan Bahagia

Suara Muhammadiyah

24 January 2026

747
Dr H Hamim Ilyas, MAg. Foto: Cris

Dr H Hamim Ilyas, MAg. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Konsolidasi dan Pendalaman Materi Ketarjihan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (24/1), menjadi ruang dialogis yang sangat substansial. Lebih-lebih mencakup dua pokok tema, Fikih Zakat Kontemporer dan Kalender Hijriah Global Tunggal.

"Dua tema ini banyak yang baru. Barunya itu bukan sekadar kita melakukan pembaruan, tapi barunya itu kita menemukan ajaran Islam yang otentik," kata Hamim Ilyas, menggarisbawahi ajaran tersebut berkelindan dengan representasi dari Islam rahmatan lil 'alamin.

"Islam itu diwahyukan dan didakwahkan karena rahmat Allah dan untuk mewujudkan rahmat Allah untuk al-‘alamin,” jelas Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tersebut di Gedung Serbaguna Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Menukil pandangan Ar-Raghib al-Asfahani, kata rahmat sebagai bingkai dari perasaan halus, perasaan lembut. “Yang itu merupakan pantulan cinta kasih atau sayang, yang mendorong untuk memberikan kebaikan yang masuk akal kepada yang dikasihi,” ulas Hamim. Dengan penekanan dari Imam Al-Mawardi meniscayakan anugerah kepada pihak yang membutuhkan.

“Sehingga rahmat itu konsep untuk menyebut cinta, kasih, dan sayang dengan penekanan yang tertentu,” katanya. Permisalan dari kata cinta bisa disebut rahmat, kalau ekspresinya memenuhi kebutuhan yang dicintai. “Dan kita Insyaallah memiliki cinta yang disebut rahmat itu,” tuturnya.

Di sinilah letak elementer agama Islam. “Untuk mewujudkan rahmat Allah (untuk memenuhi kebutuhan al-‘alamin yang dicintai oleh Allah SwT),” imbuhnya. kebutuhan al-‘alamin, sambung Hamim, “keadaan baik,” ucapnya. Dalam konteks makhluk hidup, “Untuk hidup baik,” sambungnya. Dengan ciri khas Al-Qur’an disebut hayyah thayyibah (Qs an-Nahl ayat 97).

“Dalam ayat ini, kehidupan yang hayyah thayyibah diperoleh dengan amal saleh dan menjadi mukmin. Atau dengan kata lain dengan iman dan amal saleh,” tegasnya, yang untuk konteks iman dan amal saleh perolehannya akan mendapatkan tiga ukuran. “Sejahtera-sesejahtera-sejahteranya, damai-sedamai-damainya, bahagia-sebahagia-bahagianya,” tekannya.

Secara konseptual, ajaran Islam yang didakwahkan Muhammadiyah memiliki watak otentik karena selaras dengan ajaran Al-Qur’an, yakni Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). “Islam di Muhammadiyah itu agama yang fungsional. Agama yang memiliki nilai guna untuk mewujudkan kebaikan hidup di dunia dan di akhirat,” tandas Hamim. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menggelar Wisuda Dok....

Suara Muhammadiyah

28 December 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah terus memperkuat literasi dan inkl....

Suara Muhammadiyah

6 August 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Bagaimana cara sebuah sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mera....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah — Sebanyak 90 kader dari 27 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

4 August 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah — Dalam semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Ranting Muhamma....

Suara Muhammadiyah

6 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah