Kitalah Sang Nabi Itu

Publish

18 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
655
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Kitalah Sang Nabi Itu

Oleh: Bahrus Surur-Iyunk, Ketua Pimda 225 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumenep

Kisah-kisah indah selalu memberi hikmah. Membaca atau mendengar kisah para tokoh panutan membuat hati kita tergerak. Imajinasi kita terisi dengan gambaran keagungan mereka.

Tapi, sekadar mengagumi saja belum cukup. Jika kita benar-benar mencintai para tokoh panutan itu, langkah terbaik adalah meneladani mereka. Kita bukan hanya pendengar cerita, melainkan pelaku yang meneruskan nilai-nilai yang mereka wariskan. Di bulan yang sering diperingati maulid Nabi Muhammad ﷺ ini orang mengenang hidup dan kehidupan beliau. Semua mengagungkan, bahkan ada yang terjebak mitos.

Karenanya, meski Rasulullah ﷺ telah wafat, namun akhlak dan ajarannya tetap hidup. Siapa yang akan menghidupkan ajaran itu? Kitalah yang masih diberi kesempatan hidup di dunia ini. Kitalah Muhammad-muhammad kecil yang menampilkan kembali akhlaknya dalam kehidupan nyata.

Rasulullah ﷺ adalah Uswah Hasanah, teladan terbaik. Kita bisa menjadi fotokopi akhlaknya. Menjadi pribadi yang penuh kasih, jujur, amanah, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Bayangkan betapa indahnya jika kita benar-benar menikmati hidup dengan akhlak Rasulullah!

Lebih dari sekadar nasihat, lebih dari sekadar ceramah, akhlak butuh contoh nyata. Kata-kata bisa dilupakan, tetapi keteladanan akan terus membekas dalam hati. Anak-anak muda, generasi milenial, butuh melihat bagaimana akhlak itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika banyak orang meneladani Rasulullah ﷺ, maka akan lahir lingkungan yang penuh kebaikan. Kejujuran akan terasa biasa. Kesederhanaan menjadi gaya hidup. Kepedulian sesame bukan lagi menjadi barang langka.

Maka, mulailah dari diri sendiri. Kitalah yang harus membawa cahaya akhlak Rasulullah ke dalam kehidupan nyata. Bukan sekadar mendengar, bukan sekadar berbicara, tetapi menjalani dan meneladani.

Karena, sekali lagi, kitalah sang Nabi itu…! Dalam arti, kitalah yang meneruskan perjuangan dan keteladanan beliau. Wallahu a’lamu.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Mencari Dunia Tanpa Harus Melupakan Akhirat Oleh: Suko Wahyudi,  PRM Timuran Yogyakarta  ....

Suara Muhammadiyah

25 January 2025

Wawasan

Merawat IMM, Memajukan Indonesia  Oleh: Fikri Haikal, Ketua Umum PC IMM Kabupaten Bantul 2023-....

Suara Muhammadiyah

14 March 2025

Wawasan

Saat Hatimu Butuh Istirahat Oleh: Ernawati, Ketua Bidang Dakwah PDNA Batang Hati adalah pusat dar....

Suara Muhammadiyah

20 January 2025

Wawasan

Oleh: Prof Dr Mohammad Nur Rianto Al Arif, MSi, Ketua PDM Jakarta Timur   Muhammadiyah bukan ....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Wawasan

Oleh: Alvin Qodri Lazuardy, M.Pd, Kapala SMP AT-TIN UMP Kab. Tegal Etos Kerja Kader, secara sederha....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024