Kitalah Sang Nabi Itu

Publish

18 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
753
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Kitalah Sang Nabi Itu

Oleh: Bahrus Surur-Iyunk, Ketua Pimda 225 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumenep

Kisah-kisah indah selalu memberi hikmah. Membaca atau mendengar kisah para tokoh panutan membuat hati kita tergerak. Imajinasi kita terisi dengan gambaran keagungan mereka.

Tapi, sekadar mengagumi saja belum cukup. Jika kita benar-benar mencintai para tokoh panutan itu, langkah terbaik adalah meneladani mereka. Kita bukan hanya pendengar cerita, melainkan pelaku yang meneruskan nilai-nilai yang mereka wariskan. Di bulan yang sering diperingati maulid Nabi Muhammad ﷺ ini orang mengenang hidup dan kehidupan beliau. Semua mengagungkan, bahkan ada yang terjebak mitos.

Karenanya, meski Rasulullah ﷺ telah wafat, namun akhlak dan ajarannya tetap hidup. Siapa yang akan menghidupkan ajaran itu? Kitalah yang masih diberi kesempatan hidup di dunia ini. Kitalah Muhammad-muhammad kecil yang menampilkan kembali akhlaknya dalam kehidupan nyata.

Rasulullah ﷺ adalah Uswah Hasanah, teladan terbaik. Kita bisa menjadi fotokopi akhlaknya. Menjadi pribadi yang penuh kasih, jujur, amanah, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Bayangkan betapa indahnya jika kita benar-benar menikmati hidup dengan akhlak Rasulullah!

Lebih dari sekadar nasihat, lebih dari sekadar ceramah, akhlak butuh contoh nyata. Kata-kata bisa dilupakan, tetapi keteladanan akan terus membekas dalam hati. Anak-anak muda, generasi milenial, butuh melihat bagaimana akhlak itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika banyak orang meneladani Rasulullah ﷺ, maka akan lahir lingkungan yang penuh kebaikan. Kejujuran akan terasa biasa. Kesederhanaan menjadi gaya hidup. Kepedulian sesame bukan lagi menjadi barang langka.

Maka, mulailah dari diri sendiri. Kitalah yang harus membawa cahaya akhlak Rasulullah ke dalam kehidupan nyata. Bukan sekadar mendengar, bukan sekadar berbicara, tetapi menjalani dan meneladani.

Karena, sekali lagi, kitalah sang Nabi itu…! Dalam arti, kitalah yang meneruskan perjuangan dan keteladanan beliau. Wallahu a’lamu.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Memilih Kebaikan dan Menjauhi Keburukan Oleh: Suko Wahyudi, PRM Timuran Yogyakarta Kehidupan dunia....

Suara Muhammadiyah

16 January 2025

Wawasan

Doa yang Tertunda, Jawaban yang Sempurna Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universita....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Wawasan

Meluruskan Persepsi: Mengapa Islam Adalah Agama Perdamaian dan Keadilan, Bukan Agresi Oleh: Donny S....

Suara Muhammadiyah

20 October 2025

Wawasan

Oleh: Teguh Pamungkas Indonesia merayakan HUT ke-78 kemerdekaan RI pada bulan lalu. Kemerdekaan yan....

Suara Muhammadiyah

20 September 2023

Wawasan

Berdakwah dengan Santun Oleh: Suko Wahyudi. PRM Timuran Yogyakarta  Dakwah merupakan manifest....

Suara Muhammadiyah

17 July 2025