Kitalah Sang Nabi Itu

Publish

18 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
961
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Kitalah Sang Nabi Itu

Oleh: Bahrus Surur-Iyunk, Ketua Pimda 225 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumenep

Kisah-kisah indah selalu memberi hikmah. Membaca atau mendengar kisah para tokoh panutan membuat hati kita tergerak. Imajinasi kita terisi dengan gambaran keagungan mereka.

Tapi, sekadar mengagumi saja belum cukup. Jika kita benar-benar mencintai para tokoh panutan itu, langkah terbaik adalah meneladani mereka. Kita bukan hanya pendengar cerita, melainkan pelaku yang meneruskan nilai-nilai yang mereka wariskan. Di bulan yang sering diperingati maulid Nabi Muhammad ﷺ ini orang mengenang hidup dan kehidupan beliau. Semua mengagungkan, bahkan ada yang terjebak mitos.

Karenanya, meski Rasulullah ﷺ telah wafat, namun akhlak dan ajarannya tetap hidup. Siapa yang akan menghidupkan ajaran itu? Kitalah yang masih diberi kesempatan hidup di dunia ini. Kitalah Muhammad-muhammad kecil yang menampilkan kembali akhlaknya dalam kehidupan nyata.

Rasulullah ﷺ adalah Uswah Hasanah, teladan terbaik. Kita bisa menjadi fotokopi akhlaknya. Menjadi pribadi yang penuh kasih, jujur, amanah, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Bayangkan betapa indahnya jika kita benar-benar menikmati hidup dengan akhlak Rasulullah!

Lebih dari sekadar nasihat, lebih dari sekadar ceramah, akhlak butuh contoh nyata. Kata-kata bisa dilupakan, tetapi keteladanan akan terus membekas dalam hati. Anak-anak muda, generasi milenial, butuh melihat bagaimana akhlak itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika banyak orang meneladani Rasulullah ﷺ, maka akan lahir lingkungan yang penuh kebaikan. Kejujuran akan terasa biasa. Kesederhanaan menjadi gaya hidup. Kepedulian sesame bukan lagi menjadi barang langka.

Maka, mulailah dari diri sendiri. Kitalah yang harus membawa cahaya akhlak Rasulullah ke dalam kehidupan nyata. Bukan sekadar mendengar, bukan sekadar berbicara, tetapi menjalani dan meneladani.

Karena, sekali lagi, kitalah sang Nabi itu…! Dalam arti, kitalah yang meneruskan perjuangan dan keteladanan beliau. Wallahu a’lamu.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Dilema Keteguhan dan Budaya Berorganisasi Oleh: Amalia Irfani, Sekretaris LPP PWM Kalbar/LPPA PWA K....

Suara Muhammadiyah

27 September 2024

Wawasan

Ancaman Terhadap Sumberdaya Pulau Oleh: Dr.Ir. Armen Mara, M.Si Ketika ada berita tentang konfli....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Wawasan

Membangun Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek  Oleh: Lis Atina....

Suara Muhammadiyah

4 December 2023

Wawasan

Trilogi Bagian Pertama: Suami Istri adalah Perhiasan bagi Pasangannya dengan Akhlak dan Perilakunya ....

Suara Muhammadiyah

14 November 2023

Wawasan

Guru dan Kebiasaan Hebat Anak Oleh: Afridatul Laela Amar, Guru PAUD Aisyiyah Dudukan Tonjong Brebes....

Suara Muhammadiyah

21 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah