KKN Tabik UMY di Desa Mola Nelayan Bakti Wakatobi Mendapat Apresiasi

Suara Muhammadiyah

25 August 2026

235
Foto Istimewa

Foto Istimewa

WAKATOBI, Suara Muhammadiyah – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tapak Pengabdi Khatulistiwa (Tabik) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Mola Nelayan Bakti, Pulau Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, selama  akhir Juli hingga awal September 2026. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berjalan tiga tahun sebelumnya di desa berpenduduk mayoritas Suku Bajo tersebut.

Tim KKN yang terdiri dari mahasiswa berbagai program studi UMY menggelar serangkaian program kerja yang menyentuh aspek lingkungan, sosial budaya, pendidikan, dan media. Fokus utama tetap pada pemberdayaan masyarakat pesisir yang hidup di atas laut, dengan pendekatan partisipatif bersama warga setempat.

Ketua Tim KKN Tabik UMY, Muhammad Fathur Hamzah, menjelaskan bahwa program disusun berdasarkan kebutuhan desa dan pengalaman generasi sebelumnya. “Di bidang lingkungan, kami fokus pada pengelolaan sampah dan edukasi kebersihan pesisir. Kami mengajak warga melakukan gotong royong membersihkan lorong-lorong desa, menyediakan tempat sampah di titik-titik strategis, serta mengembangkan teknologi tepat guna untuk mengurangi sampah plastik yang menjadi tantangan utama di kawasan ini melalui rocket stove,” ujar Muhammad Fathur Hamzah, pada Selasa (25/8).

 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tabik UMY, Fajar Junaedi yang datang langsung dan ikut tinggal bersama masyarakat, memberikan apresiasi atas kesinambungan program ini. “KKN di perkampungan Suku Bajo di Desa Mola Nelayan Bakti ini sudah berjalan empat tahun. Setiap generasi mahasiswa membawa program yang semakin matang dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran terus-menerus ini menunjukkan komitmen UMY dan Muhammadiyah untuk hadir di wilayah pesisir terpencil, mendampingi warga Bajo dalam isu lingkungan, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan,” ujarnya.

Keberadaan Muhammadiyah di Wakatobi juga semakin kuat melalui pengembangan lembaga pendidikan. Di antaranya Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi yang terletak di pusat kota Wanci, serta SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi yang berada di atas laut di tengah perkampungan Suku Bajo. Kedua lembaga ini menjadi bagian penting dari upaya Muhammadiyah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat setempat, khususnya anak-anak dan pemuda di kawasan pesisir.

Program KKN Tabik UMY ini disambut baik oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas warga sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan komunitas pesisir di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Kegiatan berlangsung hingga awal September 2026 dengan berbagai aksi nyata yang melibatkan partisipasi aktif warga.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Kabar duka datang dari keluarga besar Muhammadiyah. Dr Muhamm....

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Balqis Florata De Manasa, murid kelas V SD Muhammadiyah Progra....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

MATARAM, Suara Muhammadiyah – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, melakukan kun....

Suara Muhammadiyah

26 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Satpam merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan peng....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memberika....

Suara Muhammadiyah

2 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah