KMM Daerah Sukoharjo Teguhkan Semangat Dakwah dan Ijtihad

Publish

10 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
317
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Daerah Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan pembekalan mubaligh putaran ke-9 pada Jumat malam (10/10/2025) di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Acara berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dengan menghadirkan pembicara utama KH. Sholakhuddin Sirizar, Lc., M.A., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo.

Selain dihadiri oleh puluhan anggota KMM daerah dan cabang se-Kabupaten Sukoharjo, turut hadir dalam acara ini sejumlah tamu undangan, di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukoharjo H. Djumari, S.Ag., M.S.I, Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo Ahmad Zanin Nu’man, M.Pd.I, dan Ketua KMM Daerah Sukoharjo Harjanto, M.Pd.

Acara yang dipandu oleh Sekretaris KMM Daerah Sukoharjo Andika Rahmawan ini dibuka dengan sambutan Ketua PDM Sukoharjo, H. Djumari, yang menekankan bahwa salah satu keunggulan Muhammadiyah terletak pada semangat ijtihad yang terus hidup dan berkembang.

“Ijtihad menjadikan Muhammadiyah mampu memberi manfaat yang lebih luas bagi umat, tercermin dari lahirnya berbagai fikih tematik seperti fikih air, fikih bencana, dan fikih tata kelola,” ujar Djumari.

Djumari juga berpesan agar para mubaligh KMM dalam berdakwah mampu menghadirkan contoh konkret di tengah masyarakat. “Sampaikan pengajian dengan contoh nyata. Saat membahas sejarah misalnya, sertakan bukti kekinian agar jamaah lebih mudah memahami dan merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Memasuki acara inti, KH. Sholakhuddin Sirizar, Lc., M.A. menyampaikan materi tentang fleksibilitas Muhammadiyah dalam memahami ajaran Islam. Menurutnya, Muhammadiyah tidak terikat pada satu mazhab tertentu agar dapat lebih terbuka dan kontekstual dalam memahami agama.

“Meski tidak mengikatkan diri pada satu mazhab, Muhammadiyah tetap memulai ijtihad dengan merujuk pada pendapat para ulama mazhab. Dalam beberapa hal, bahkan bisa berbeda dari empat mazhab, asalkan didasarkan pada dalil yang kuat,” jelasnya.

Sholakhuddin mencontohkan, dalam persoalan kenajisan khamr atau alkohol, seluruh mazhab yang empat berpendapat bahwa khamr itu najis. Namun, Muhammadiyah berpandangan tidak najis dengan merujuk pendapat sejumlah ulama salaf seperti Al-Muzani, Al-Laits, dan Rabi’ah.

“Inilah bentuk ijtihad Muhammadiyah yang tetap berakar pada sumber Islam, tetapi relevan dengan perkembangan ilmu dan kehidupan umat,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi koordinasi para mubaligh yang dipandu oleh Ketua KMM Daerah Sukoharjo, Harjanto, M.Pd. Dalam kesempatan itu disampaikan jadwal pengisian dakwah KMM pada pengajian Al-Islam di cabang-cabang se-Kabupaten Sukoharjo, yang akan dilaksanakan pada 12 November 2025 mendatang.

Dengan pembekalan ini, diharapkan para mubaligh Muhammadiyah semakin siap berdakwah secara cerdas, kontekstual, dan berlandaskan ijtihad yang mencerahkan umat. (Ahmas Nasri)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerja sama dengan Lemba....

Suara Muhammadiyah

6 October 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Untuk kali pertama dalam sejarah, Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP....

Suara Muhammadiyah

11 November 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Baru-baru ini, Universitas Muhammadiyah malang (UMM) menerima kunjungan....

Suara Muhammadiyah

25 April 2024

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa berharap, peran majelis-lembaga ....

Suara Muhammadiyah

22 September 2023

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Fakultas Psikologi, Hukum, dan Ilmu Sosial (FPHIS) Universitas....

Suara Muhammadiyah

8 October 2025