Kolaborasi Diaspora dan UMY di Sydney: Literasi Kesehatan dan Inovasi Digital

Publish

7 May 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
815
Foto istimewa

Foto istimewa

SYDNEY, Suara Muhammadiyah- Dalam semangat mempererat ukhuwah dan berbagi ilmu, Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Australia, Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah (PRIA) New South Wales, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan kegiatan International Community Services bertajuk Seminar Kesehatan dan Inovasi Digital. Acara ini berlangsung di Parry Park Sport Centre, Lakemba, New South Wales, Australia (4 Mei 2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat ketahanan masyarakat, serta memperkenalkan inovasi digital dalam pelayanan kesehatan bagi komunitas Indonesia di Australia, khususnya di Sydney.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes, serta Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D. Hadir pula perwakilan PCIA, PRIA NSW, PRIM (Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah) NSW, tim UMY, serta warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Australia.

Seminar ini mencakup edukasi tentang pengelolaan obat yang tepat, pelatihan pertolongan pertama, dan deteksi dini serta pengelolaan diabetes. Selain itu, diperkenalkan juga aplikasi P3KU sebagai alat bantu edukasi kesehatan. Sebagai pelengkap, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, serta konsultasi kesehatan bersama tenaga medis dan apoteker UMY. Peserta antusias memanfaatkan layanan ini untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung.

Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi apik antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan organisasi otonom di luar negeri. Sebagai penutup, UMY menyerahkan cinderamata berupa alat kesehatan dan souvenir apresiasi kepada narasumber dan pengurus PCIA, PRIA, dan PRIM NSW.

Melalui kegiatan ini, jejaring Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Australia semakin kokoh, sekaligus mendorong warga diaspora untuk berkontribusi dalam penguatan kesehatan komunitas. Dalam closing remarks-nya, Pak Sayuti mengungkapkan rasa bangganya terhadap Muhammadiyah, yang dikenal sebagai ormas Islam dengan aset yang terbesar keempat di dunia. Ia menyoroti bahwa semua institusi pendidikan dan kesehatan yang dimiliki Muhammadiyah, seperti sekolah, perguruan tinggi, dan rumah sakit, adalah atas nama persyarikatan, bukan individu. Dr. Sayuti menegaskan, “Semua pencapaian ini adalah berkat pertolongan Allah, dan semoga Muhammadiyah terus dikuatkan dan istiqomah dalam memberikan manfaat.” (izza). 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEOUL, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama dengan mah....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Berita

BUTON, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) kembali menunjukkan peran stra....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Berita

PAREPARE, Suara Muhammadiyah - Wali Kota Parepare Tasming Hamid menyatakan dukungannya atas pelaksan....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi membuka kegiatan Pek....

Suara Muhammadiyah

23 September 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

20 July 2024