MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Lazismu Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Lazismu kembali menyalurkan bantuan beras kepada warga kurang mampu di sejumlah wilayah pinggiran Kota Makassar pada Senin, 16 Februari 2026.
Manager Lazismu Makassar, Muhammad Imaduddin mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari Gerakan Ketahanan Pangan, sebuah ikhtiar untuk memastikan dapur warga duafa tetap mengepul dan kompor masyarakat miskin tetap menyala menjelang bulan suci.
Imad menyampaikan bahwa program ini tidak sekadar berbagi bahan pokok, tetapi merupakan langkah strategis dalam memperkuat akses masyarakat terhadap pangan yang cukup, bergizi, dan berkelanjutan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal memberi, tetapi soal memberdayakan. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan produktif,” kata dia tersenyum.
Ia melanjutkan, Program Ketahanan Pangan Lazismu Makassar dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat masakin melalui penguatan akses pangan serta pengelolaan potensi lokal secara produktif.
Dengan pendekatan ini, bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada distribusi, tetapi berlanjut pada peningkatan kesejahteraan.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, kehadiran Lazismu menjadi penopang harapan bagi warga di pinggiran kota. Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga momentum solidaritas sosial.
Lazismu Makassar juga mengajak masyarakat Kota Makassar untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui Lazismu sebagai lembaga amil zakat yang terpercaya.
Partisipasi tersebut via transfer ke
Rekening Lazismu Makassar
368 245 8660 (Danamon Syariah)
a.n Infaq Lazismu Makassar
ZIS yang terkumpul tidak berhenti pada program ketahanan pangan. Ramadan kini, Lazismu Makassar juga akan menyalurkan Paket Kado Ramadhan yang ditujukan kepada Guru Honorer, Marbot Masjid, dan masyarakat miskin lainnya.
Gerakan ini menjadi bagian dari visi besar Lazismu Makassar untuk menghadirkan Ramadhan yang lebih hangat, lebih kuat, dan lebih bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebab bagi Lazismu, berbagi bukan sekadar program kerja — tetapi napas perjuangan. Ramadhan adalah tentang memastikan tidak ada yang merasa sendiri, dan tidak ada dapur dhuafa yang padam di bulan penuh berkah.

