Luncurkan Podcast “Duduk Bareng” di Milad Aisyiyah ke-109
BANTUL, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka menyemarakkan Milad Aisyiyah ke-109, Korps Muballighat Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Bantul menghadirkan inovasi dakwah digital melalui produksi dan penayangan podcast bertajuk “Duduk Bareng” Sesi 1 dengan tema “Bangkit dan Berani”, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat dakwah kemanusiaan yang relevan dengan perkembangan zaman, sejalan dengan tema Milad Aisyiyah tahun ini, “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Melalui kanal YouTube resmi PCA Bantul, podcast ini diharapkan mampu menjangkau lebih luas kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu muda dan kader Aisyiyah.
Dipandu oleh Raudhatul Jannah, CPLA, suasana dialog dalam podcast berlangsung hangat, terbuka, dan penuh kejujuran. Dua narasumber, Farida Zeni Zuliana, S.E., dan Rina Iswandari, S.A.P., membagikan pengalaman personal mereka sebagai ibu rumah tangga yang tengah berproses mengambil peran dalam dakwah di tengah dinamika kehidupan domestik.
Dalam perbincangan tersebut, keduanya secara jujur mengungkapkan bahwa keberanian mereka untuk tampil tidak hadir secara instan. Rasa grogi, ragu, bahkan ketakutan sempat menjadi bagian dari perjalanan. Namun, melalui proses yang dijalani, pengalaman ini justru menjadi titik balik yang mereka sebut sebagai “break the limit”—melampaui batas diri yang selama ini terasa menghambat.
Lebih dari itu, keterlibatan dalam Korps Muballighat PCA Bantul memberikan pengalaman emosional yang bermakna. Lingkungan yang suportif menghadirkan energi positif serta ketenangan batin, yang perlahan menumbuhkan rasa percaya diri. Panggung dakwah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai ruang belajar, bertumbuh, dan mendewasakan diri.
Penyelenggara menyampaikan bahwa dakwah di era digital saat ini tidak menuntut kesempurnaan, melainkan keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam belajar. Podcast “Duduk Bareng” diharapkan menjadi wadah yang inklusif dan adaptif, sekaligus menjadi ruang aman bagi para muballighat muda untuk mengekspresikan potensi dan pengalaman mereka.
Dengan durasi 32 menit 33 detik, episode ke-4 ini tidak hanya menghadirkan percakapan inspiratif, tetapi juga menyampaikan pesan kuat kepada para perempuan, khususnya ibu-ibu muda, untuk tidak takut mencoba hal baru. Keberanian kecil yang diambil hari ini diyakini dapat menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih besar, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Melalui inisiatif ini, Korps Muballighat PCA Bantul menegaskan komitmennya dalam melahirkan kader-kader dakwah yang tidak hanya kuat secara nilai, tetapi juga mampu beradaptasi dengan media dan tantangan zaman.

