Kurban, Ibadah Horizontal untuk Menjawab Persoalan Sosial

Suara Muhammadiyah

6 June 2026

516
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Publik TVMu bertema "Kurban Muhammadiyah Berdampak untuk Negeri", Sabtu (6/6).

Dialog menghadirkan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, Anggota Badan Pelaksana BPKH Dr. Ir. Acep Riana Jayaprawira, M.Si., Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Ir. Akhmad Zaeni, M.M., serta Ketua Panitia Kurban 1447 H Lazismu Jawa Timur H. Agus Lukman Hidayat, S.P., M.HES.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menjelaskan bahwa perintah kurban dalam Surah Al-Kautsar ayat 2 ditempatkan berdampingan dengan perintah salat. Menurutnya, salat merupakan ibadah vertikal yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT, sedangkan kurban merupakan ibadah horizontal yang menghubungkan manusia dengan sesamanya melalui kepedulian dan keberpihakan sosial.

"Kurban mengajarkan bahwa keimanan yang kuat harus melahirkan manfaat bagi sesama. Karena itu, kurban tidak boleh berhenti pada aspek ritual, tetapi harus mampu menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat," ujarnya.

Arifin menambahkan, Muhammadiyah melalui jaringan dai yang bertugas di berbagai daerah pedalaman, perbatasan, dan wilayah 3T terus mengupayakan agar manfaat kurban menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Menurutnya, kurban yang didistribusikan ke daerah-daerah tersebut bukan hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat, tetapi juga memperkuat dakwah dan persaudaraan.

Ia juga menegaskan bahwa selama ini LDK Muhammadiyah menjalankan dakwah berbasis pemberdayaan di berbagai wilayah 3T. Selain pendampingan keagamaan, masyarakat didorong untuk membangun kemandirian melalui program peternakan, pertanian produktif, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

"Semangat kurban harus terus hidup sepanjang tahun. Karena itu, dakwah pemberdayaan yang kami lakukan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kurban yang benar-benar berdampak bagi kehidupan masyarakat," jelasnya.

Dalam menjalankan berbagai program tersebut, LDK Muhammadiyah terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Lazismu, agar manfaat dakwah dan pemberdayaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Melalui program Kurban Muhammadiyah Berdampak, Muhammadiyah ingin memastikan bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan pemberdayaan tidak hanya hadir saat Iduladha, tetapi terus menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang berdaya, mandiri, dan sejahtera.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional 2025, Ketua Lembaga Dakw....

Suara Muhammadiyah

3 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Ramadhan di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UA....

Suara Muhammadiyah

11 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Drs HA Dahlan Rais, MHum me....

Suara Muhammadiyah

23 August 2024

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Pusat Karir dan Alumni Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) memperkuat ....

Suara Muhammadiyah

20 December 2023

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Kegiatan olahraga pertandingan sepak bola acara Ramadan Cup, dala....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah