Kurban, Ibadah Horizontal untuk Menjawab Persoalan Sosial

Suara Muhammadiyah

6 June 2026

388
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Publik TVMu bertema "Kurban Muhammadiyah Berdampak untuk Negeri", Sabtu (6/6).

Dialog menghadirkan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, Anggota Badan Pelaksana BPKH Dr. Ir. Acep Riana Jayaprawira, M.Si., Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Ir. Akhmad Zaeni, M.M., serta Ketua Panitia Kurban 1447 H Lazismu Jawa Timur H. Agus Lukman Hidayat, S.P., M.HES.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menjelaskan bahwa perintah kurban dalam Surah Al-Kautsar ayat 2 ditempatkan berdampingan dengan perintah salat. Menurutnya, salat merupakan ibadah vertikal yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT, sedangkan kurban merupakan ibadah horizontal yang menghubungkan manusia dengan sesamanya melalui kepedulian dan keberpihakan sosial.

"Kurban mengajarkan bahwa keimanan yang kuat harus melahirkan manfaat bagi sesama. Karena itu, kurban tidak boleh berhenti pada aspek ritual, tetapi harus mampu menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat," ujarnya.

Arifin menambahkan, Muhammadiyah melalui jaringan dai yang bertugas di berbagai daerah pedalaman, perbatasan, dan wilayah 3T terus mengupayakan agar manfaat kurban menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Menurutnya, kurban yang didistribusikan ke daerah-daerah tersebut bukan hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat, tetapi juga memperkuat dakwah dan persaudaraan.

Ia juga menegaskan bahwa selama ini LDK Muhammadiyah menjalankan dakwah berbasis pemberdayaan di berbagai wilayah 3T. Selain pendampingan keagamaan, masyarakat didorong untuk membangun kemandirian melalui program peternakan, pertanian produktif, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

"Semangat kurban harus terus hidup sepanjang tahun. Karena itu, dakwah pemberdayaan yang kami lakukan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kurban yang benar-benar berdampak bagi kehidupan masyarakat," jelasnya.

Dalam menjalankan berbagai program tersebut, LDK Muhammadiyah terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Lazismu, agar manfaat dakwah dan pemberdayaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Melalui program Kurban Muhammadiyah Berdampak, Muhammadiyah ingin memastikan bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan pemberdayaan tidak hanya hadir saat Iduladha, tetapi terus menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang berdaya, mandiri, dan sejahtera.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis U....

Suara Muhammadiyah

15 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Salah satu visi negara Indonesia di tahun 2045 adalah menjadi ....

Suara Muhammadiyah

6 June 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Bimbingan....

Suara Muhammadiyah

30 January 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Masjid Al Muttaqiin di Perumahan Grand Tanjung Elok pada kajian Ahad ....

Suara Muhammadiyah

25 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Pusat Dr H Amirsy....

Suara Muhammadiyah

17 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah