Lazismu bersama Republika Luncurkan AI Keislaman Bernama Aiman Aisha

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
297
Lazismu

Lazismu

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Kecanggihan teknologi dan manusia tidak dapat dipisahkan. Kehadiran kecerdasan buatan bukti nyata peran manusia mampu memberikan warna terhadap perkembangan teknologi melalui suatu pertanyaan dan perintah yang dijawab dengan data dan sistem komputasi dalam menjawab suatu persoalan. 

Republika menangkap peluang perkembangan teknologi dengan meluncurkan (grand launching) platform kecerdasan buatan (AI) keislaman bernama Aiman & Aisha di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026). Peluncuran platform akal imitasi tersebut didukung oleh Lazismu dan mitra teknologi BytePlus.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengeparesiasi dan menyampaikan selamat atas peluncuran AI berbasis keislaman itu. Mujadid Rais mengatakan perkembangan AI bisa dimanfaatkan untuk kebaikan manusia. 

“Karena itu, etika manusia membingkainya dalam pemanfataan akal imitasi tersebut untuk menjaga agar nilai manfaatnya digunakan secara baik,” ujarnya.

Wacana keislaman terus berkembang seiring maraknya perkembangan informasi digital. Ia menilai telah terjadi pergeseran pada sumber – sumber otoritas keagamaan.

“Sekarang di era digital ini melahirkan praktik keagamaan yang menghadirkan kritik terhadap sumber yang dirujuk dianggap tidak sepenuhnya kapabel,” jelasnya. 
 
Mujadid Rais mengungkapkan lantas bagaimana kita memanfaatkan dan memperkaya AI ini dengan sumber-sumber otoritatif, apalagi ini menyangkut pertanyaan tentang agama. Maka harus tetap dibimbing sepeti generasi milenial yang murni pengguna teknologi digital. 

“Kehadiran platform Aiman dan Aisha ini memperkaya khazanah keislaman dan dakwah di tengah masyarakat yang melahirkan pemahaman agama yang harmonis dan berdampak sosial melalui  teknologi informasi,” pungkasnya.

Lebih jauh lagi, sambung dia, bisa menghadirkan kesalehan dari aspek individual menuju  kesalehan sosial. Lazismu bersyukur pada hari ini menjadi bagian dalam memaknai penggunaan kecerdasan buatan yang sudah menjadi amanah dalam muktamar Muhammadiyah untuk terus menggelorakan gerakan dakwah di era digital terutama yang bersentuhan dengan Lazismu dalam bingkai filantropi islam. 

Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin pun turut gembira menyambut peluncuran platform Aiman dan Aisha. Menurutnya, ketergantungan manusia terhadap AI tidak bisa dihindarkan.

Pertanyaannya, kata Andi, apakah AI akan jadi teman ngobrol atau perpustakaan digital. “Ini pertanyaan tentang arah peradaban dan hidup manusia di era AI yang ada di mana mana,” tuturnya.

Menurutnya, AI memang cepat tapi tidak selalu kontekstual, tidak selalu berbaiss nilai. “Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen nilai tapi produsen nilai, dan AI secara global belum tentu memahami islam secara moderat yang menjadi khas Indonesia,” pungkasnya.

Andi menggaris bawahi bahwa Aiman dan Aisha hadir dengan bahasa yang ramah. Kehadirannya bukan mesin penjawab yang menggantikan peran ulama. 

“Penting kami tegaskan bahwa Aiman dan Aisha merupakan pintu awal untuk belajar sementara. Adapun untuk pendalaman ilmunya tetap kembali kepada otoritas agama sebagai rujukannya,” imbuhnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kulonprogo mengg....

Suara Muhammadiyah

9 April 2026

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Pada Sabtu, 26 Oktober 2024, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof. Hartono ....

Suara Muhammadiyah

29 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 20 calon jamaah umrah yang akan berangkat melalui bi....

Suara Muhammadiyah

17 January 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Memasuki usia ke 26 tahun, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah