Lazismu UMY Perluas Penerima Beasiswa Mentari, Bantu Pendidikan Berkualitas

Publish

6 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
80
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tingginya kebutuhan akses pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu masih menjadi persoalan di berbagai wilayah, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Merespons kondisi tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus berkontribusi melalui Program Beasiswa Mentari sebagai bentuk komitmen penguatan akses pendidikan yang inklusif.

Urgensi ini tercermin dari keputusan Lazismu UMY untuk memperluas jumlah penerima beasiswa di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Beasiswa Mentari diserahkan secara simbolis pada Senin sore (5/1) di Amphitheater Gedung Pascasarjana UMY dan diperuntukkan bagi siswa pada semester genap tahun ajaran 2025/2026.

Manajer Operasional Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan, S.E.I., M.S.I., menjelaskan bahwa pada tahun kelima pelaksanaan Program Beasiswa Mentari, jumlah pendaftar melonjak signifikan hingga mencapai 203 peserta dari 40 sekolah pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA.

Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, jumlah penerima yang semula ditargetkan sebanyak 70 siswa dengan alokasi anggaran Rp50 juta, akhirnya diperluas menjadi 103 penerima dengan total anggaran mencapai Rp72,1 juta.

“Keputusan ini tentu tidak mudah karena keterbatasan anggaran. Namun, melihat besarnya kebutuhan di lapangan, kami berupaya merespons dengan memperluas jumlah penerima agar bantuan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” ujar Rozikan.

Ia menegaskan bahwa seluruh dana beasiswa disalurkan dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap syariat. Beasiswa Mentari tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada penerima, melainkan disalurkan langsung ke rekening sekolah masing-masing penerima.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan dana zakat digunakan secara tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.

“Dana yang kami kelola adalah dana zakat. Karena itu, kami memastikan beasiswa benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan, bukan keperluan lain. Ini bukan sekadar pertanggungjawaban administratif, tetapi juga pertanggungjawaban moral dan keagamaan,” tegasnya.

Setiap penerima Beasiswa Mentari memperoleh bantuan sebesar Rp700 ribu yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan sekolah masing-masing. Para penerima tersebar di wilayah Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

Seluruh penerima beasiswa pada semester ini merupakan penerima baru, sejalan dengan prinsip prioritas bagi keluarga yang berada dalam kondisi sosial ekonomi paling rentan.

Beasiswa ini dipandang tidak hanya sebagai bantuan finansial, tetapi juga sebagai amanah yang menumbuhkan semangat belajar. Perwakilan penerima Beasiswa Mentari, Vega Quratul Avanti dari SMP Baitul Quran Cendekia, Bantul, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu UMY atas kesempatan ini. Bagi saya, beasiswa ini bukan sekadar bantuan, tetapi amanah besar yang memotivasi kami untuk terus bertumbuh dan berusaha melampaui keterbatasan,” ungkapnya. (ID)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menyelenggara....

Suara Muhammadiyah

22 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wi....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali memperkuat ....

Suara Muhammadiyah

8 May 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - 6 November 2025 – Dalam semangat Milad Muhammadiyah ke-113 yang m....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berkesempatan hadir membuk....

Suara Muhammadiyah

4 December 2024