LDK PWM Sulsel Luncurkan Program Pembinaan Mualaf, Wujud Dakwah Inklusif Berkelanjutan

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

872
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKAASAR, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan meluncurkan program pembinaan mualaf yang menjadi langkah awal penguatan iman dan pendampingan sosial bagi para mualaf di Makassar. Acara peluncuran digelar di Aula Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Acara ini sebagai hasil kolaborasi dengan Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami Makassar. Program ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara kedua lembaga beberapa waktu lalu dan menjadi upaya memperkuat peran dakwah komunitas di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWM Sulsel, Muhammad Syaiful Saleh menyampaikan, kehadiran Muhammadiyah di tengah komunitas-komunitas yang selama ini kurang tersentuh dakwah merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan keagamaan. "Pendekatan dakwah tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menyentuh langsung kehidupan masyarakat," katanya.

Ketua LDK PWM Sulsel, Nurhidayat M. Said, menjelaskan, pembinaan mualaf akan dilakukan secara rutin satu kali sepekan. Program ini, kata dia, "Tidak hanya bertujuan menguatkan akidah para mualaf, tetapi juga memberikan dukungan sosial agar mereka tidak berjalan sendiri dalam proses adaptasi keagamaan dan sosial," bebernya.

Ketua Harian Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami, Mustari Mustafa, menegaskan pentingnya pendataan dan pendampingan serius bagi para mualaf. Menurutnya, program ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab bersama.

"Muhammadiyah memiliki amal usaha seperti kampus dan rumah sakit yang dapat menjadi mitra pendukung pembinaan secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan mualaf, mulai dari aspek pendidikan, pekerjaan, hingga pembinaan spiritual," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Syaiful Saleh menegaskan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada kesepahaman tertulis, melainkan akan diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. “Ini bukan sekadar MoU, tapi Memorandum of Action. Dakwah harus nyata dalam tindakan,” ujarnya.

Dalam acara peluncuran tersebut, LDK Muhammadiyah juga mengislamkan seorang mualaf baru, Silvester P. Ongko. Selain itu, sepuluh mualaf lainnya menerima bingkisan sebagai bentuk penyambutan dan dukungan awal.

Program pembinaan mualaf ini mencerminkan komitmen organisasi Islam untuk memperkuat fondasi keberagamaan dan integrasi sosial masyarakat baru Muslim di Makassar. Kolaborasi Muhammadiyah dan Al-Markaz Al-Islami diharapkan menjadi model dakwah komunitas yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nash....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Berita

KOTIM, Suara Muhammadiyah - Berbagi kebahagiaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti y....

Suara Muhammadiyah

3 September 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Ratusan peserta pawai goes meriahkan Milad Muhammadiyah ke 113 PCM Cil....

Suara Muhammadiyah

3 December 2025

Berita

TAILAN, Suara Muhammadiyah - Upaya internasionalisasi pengabdian masyarakat terus diperluas ole....

Suara Muhammadiyah

2 March 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mene....

Suara Muhammadiyah

26 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah