Ujian Komprehensif SIM, Siapkan Kader Ideolog untuk Menjawab Tantangan Global

Suara Muhammadiyah

3 February 2026

613
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM) di bawah naungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY sukses menghelat Ujian Komprehensif Mahasiswa sebagai bagian dari tahapan akademik strategis dalam penguatan kader ideologis Persyarikatan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat-Sabtu (30-31 Januari 2026) di Kantor PWM DIY ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ideologi Muhammadiyah dengan pendekatan keilmuan yang bertanggung jawab.

Sebanyak 32 mahasiswa telah menempuh ujian tersebut di hadapan 12 penguji yang terdiri dari jajaran pimpinan dan pakar dari PWM DIY serta Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI). Di antara dewan penguji yang hadir langsung adalah Ikhwan Ahada, Farid Setiawan, Andy Putra Wijaya, Hardi Santosa, serta perwakilan unsur pimpinan lainnya.

Direktur Sekolah Ideologi Muhammadiyah, Hardi Santosa menjelaskan, ujian ini tidak sekadar mengukur penguasaan materi, tetapi menilai kematangan berpikir ideologis.

“Kami ingin memastikan bahwa ideologi Muhammadiyah tidak berhenti pada hafalan konsep, tetapi benar-benar membentuk tata pikir dan keberanian mengambil sikap secara metodologis,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya nalar metodologis agar kader tidak terjebak pada sikap simplistik dan reaktif, melainkan tumbuh menjadi pribadi yang reflektif dan solutif bagi kemaslahatan umat.

“Benteng Pertahanan dan Laboratorium Pemikiran di tengah tarikan berbagai ideologi global, SIM DIY memposisikan diri sebagai benteng pertahanan sekaligus laboratorium pemikiran,” tuturnya.

Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada menilai forum akademik ini sebagai fondasi penting kaderisasi. Menurutnya, ideologi lahir dari proses berpikir yang dalam dan teruji. Kader Muhammadiyah harus memiliki keberanian ideologis sekaligus kecakapan metodologis.

“Tanpa metodologi yang kuat, ideologi bisa kaku. Tanpa ideologi yang kokoh, metodologi bisa kehilangan arah,” tegas Ikhwan.

Tanggung Jawab Moral di Akar Rumput Dengan berakhirnya ujian ini, ke-32 mahasiswa tersebut kini memikul tanggung jawab moral untuk mengaplikasikan ilmu mereka di akar rumput. Mereka tidak hanya diharapkan lulus secara administratif, tetapi wajib menjadi teladan (uswah) dalam gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang mencerahkan semesta.

“Kita membutuhkan kader yang mampu menjaga marwah persyarikatan, berpikir jernih di tengah kompleksitas persoalan umat, dan tetap konsisten antara ucapan, sikap, serta amal,” pungkas Ikhwan, berharap ada keberlanjutan proses di Sekolah Ideologi Muhammadiyah.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Keluarga Besar Muhammadiyah Kabupaten Bantul memenuhi gedung dakwah muh....

Suara Muhammadiyah

6 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP....

Suara Muhammadiyah

13 July 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan angg....

Suara Muhammadiyah

20 May 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah sejak awal telah memiliki hubungan yang erat dengan dunia....

Suara Muhammadiyah

13 December 2023

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Kantor Layanan Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (KL ....

Suara Muhammadiyah

4 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah