Lebih dari 2.000 Jamaah Hadiri Shalat Idul Adha PRM Tirtonirmolo Barat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
160
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat Salat Iduladha 1447 H Rabu (27/5) di Kompleks Pondok Pemuda Ambarbinangun. Dihadiri oleh lebih dari 2000 jamaah, Taufiqurrohman sebagai khatib menyampaikan, Idul Adha bermakna kembali menyembelih.

“Makna lahiriah artinya menyembelih hewan seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, dalam arti benar-benar hewan yang disembelih,” kata Ketua Majelis Tabligh PCM Klaten Utara tersebut.

Selain itu, ada makna batiniah. Menurut Taufiq, bermakna menyembelih nafsu hewaniah yang terdapat pada jiwa-jiwa manusia sesuai QS Al-Hajj 37 bahwa ketakwaan ada di dalam batiniah seseorang.

“Orang bertakwa adalah orang yang bisa mengendalikan hawa nafsunya atau menyembelih nafsu hewaniahnya,” lanjut Ustaz Taufiq.

Selain itu, Idul Adha berikut hari-hari tasyrik setelahnya, Rasul memerintahkan untuk memperbanyak takbir yang tidak hanya terucap di lisan, namun juga takbir yang dihayati.

Artinya, orang yang mengucapkan takbir dan menghayatinya adalah orang yang menyatakan hanya Allah SWT Yang Maha Besar sehingga segala sesuatu dan segala persoalan selain Allah yang ada di dunia ini semuanya kecil dibandingkan dengan kemahabesaran Allah SWT,” Taufiq.

Taufiq menambahkan, ketika Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya Ismail sesungguhnya Allah tidak bermaksud menyuruh membunuh putranya tersebut namun Allah bermaksud agar rasa cinta selain Allah hendaklah tidak berlebih-lebihan yang bisa membutakan mata hati.

“Orang yang buta mata hatinya akan sulit menerima nasihat bahkan sulit menerima kebenaran yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah dan jauh dari Rahmat Allah SWT, bahkan, Allah akan memasukkannya ke neraka Jahannam terhadap orang yang demikian itu sebagaimana tersebut dalam QS Al-a’raf: 179,” tambah Taufiq.

Ketua PRM Tirtonirmolo Barat Sofriyanto menyampaikan, Idul Adha mengajarkan tentang arti keikhlasan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah Swt. Kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. bukan sekadar sejarah, melainkan pelajaran sepanjang masa bahwa iman harus diwujudkan dalam kesediaan berkorban demi kebaikan yang lebih besar.

“Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualistis, semangat Iduladha mengingatkan kita untuk kembali memperkuat kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” tandasnya.

Ia menambahkan, ibadah kurban juga mengandung pesan penting bahwa harta yang kita miliki sejatinya adalah titipan Allah Swt. yang di dalamnya terdapat hak orang lain.

“Karena itu, Iduladha hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, membantu yang membutuhkan, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah esok, Sela....

Suara Muhammadiyah

18 May 2026

Berita

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah - Pertemuan perdana Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia (....

Suara Muhammadiyah

26 August 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Mu....

Suara Muhammadiyah

24 March 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Ban....

Suara Muhammadiyah

17 October 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil zakat, infak dan sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Kali....

Suara Muhammadiyah

2 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah