Lebih dari 2.000 Jamaah Hadiri Shalat Idul Adha PRM Tirtonirmolo Barat

Suara Muhammadiyah

30 May 2026

565
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat Salat Iduladha 1447 H Rabu (27/5) di Kompleks Pondok Pemuda Ambarbinangun. Dihadiri oleh lebih dari 2000 jamaah, Taufiqurrohman sebagai khatib menyampaikan, Idul Adha bermakna kembali menyembelih.

“Makna lahiriah artinya menyembelih hewan seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, dalam arti benar-benar hewan yang disembelih,” kata Ketua Majelis Tabligh PCM Klaten Utara tersebut.

Selain itu, ada makna batiniah. Menurut Taufiq, bermakna menyembelih nafsu hewaniah yang terdapat pada jiwa-jiwa manusia sesuai QS Al-Hajj 37 bahwa ketakwaan ada di dalam batiniah seseorang.

“Orang bertakwa adalah orang yang bisa mengendalikan hawa nafsunya atau menyembelih nafsu hewaniahnya,” lanjut Ustaz Taufiq.

Selain itu, Idul Adha berikut hari-hari tasyrik setelahnya, Rasul memerintahkan untuk memperbanyak takbir yang tidak hanya terucap di lisan, namun juga takbir yang dihayati.

Artinya, orang yang mengucapkan takbir dan menghayatinya adalah orang yang menyatakan hanya Allah SWT Yang Maha Besar sehingga segala sesuatu dan segala persoalan selain Allah yang ada di dunia ini semuanya kecil dibandingkan dengan kemahabesaran Allah SWT,” Taufiq.

Taufiq menambahkan, ketika Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya Ismail sesungguhnya Allah tidak bermaksud menyuruh membunuh putranya tersebut namun Allah bermaksud agar rasa cinta selain Allah hendaklah tidak berlebih-lebihan yang bisa membutakan mata hati.

“Orang yang buta mata hatinya akan sulit menerima nasihat bahkan sulit menerima kebenaran yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah dan jauh dari Rahmat Allah SWT, bahkan, Allah akan memasukkannya ke neraka Jahannam terhadap orang yang demikian itu sebagaimana tersebut dalam QS Al-a’raf: 179,” tambah Taufiq.

Ketua PRM Tirtonirmolo Barat Sofriyanto menyampaikan, Idul Adha mengajarkan tentang arti keikhlasan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah Swt. Kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. bukan sekadar sejarah, melainkan pelajaran sepanjang masa bahwa iman harus diwujudkan dalam kesediaan berkorban demi kebaikan yang lebih besar.

“Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualistis, semangat Iduladha mengingatkan kita untuk kembali memperkuat kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” tandasnya.

Ia menambahkan, ibadah kurban juga mengandung pesan penting bahwa harta yang kita miliki sejatinya adalah titipan Allah Swt. yang di dalamnya terdapat hak orang lain.

“Karena itu, Iduladha hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, membantu yang membutuhkan, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

2 October 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ramanda Parimin Tejo Pramono terpilih menjadi ketua Kwartir Dae....

Suara Muhammadiyah

14 January 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammad....

Suara Muhammadiyah

5 September 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Majelis Huku....

Suara Muhammadiyah

1 July 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manggala dalam bulan suci Ramadhan....

Suara Muhammadiyah

18 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah