Lembaga ZISWAF Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

1340
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah – Pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah dalam dua dekade belakangan ini tumbuh sangat pesat. Selain dikategorikan pemula, Pesantren Muhammadiyah juga memiliki santri sedikit (di bawah 100 orang) serta kondisi keuangan yang belum mandiri. Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah, telah dilaksanakan workshop dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Melalui ZISWAF, 24 Desember 2024. 

Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari dan merupakan hasil kolaborasi Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhamamadiyah Surakarta, program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren LPP PWM Jateng dan LazisMU PWM Jateng.

Acara ini dibuka oleh ketua LPP PWM Jawa tengah, Muhammad Irzal fadholi, MPd.I, dilanjutkan materi terkait kondisi terkini pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah oleh Ahmad Mardalis SE, MBA, lalu dilanjutkan materi Pembentukan Kantor Layanan LazisMU oleh ketua LazisMu PWM Jateng dan penjelasan terkait operasional LazisMu oleh direktur operasional LazisMU. Hari kedua para peserta workshop diberi pemaparan tentang best practice pengelolaan Ziswaf di pesantren Zam-zam Cilongok Purwokerto dan pesantren Trensain Sragen.

Dengan kegiatan ini diharapkan munculnya kesadaran pengelola pesantren tentang perlunya pengelolaan dana Ziswaf. Selain itu terbentuknya lembaga atau unit khusus yang bekerja sama dengan LazisMu di setiap pesantren untuk mengelola dana ZISWAF secara terintegrasi. Meningkatkan kapasitas manajerial pengurus pesantren dalam manajemen keuangan modern. Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana ZISWAF. Memberdayakan ekonomi lokal melalui proyek-proyek pengembangan yang didanai oleh dana ZISWAF.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dana ZISWAF di pesantren serta memperkuat peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.

Untuk pembukaan Kantor Layanan di Pesantren Muhammadiyah se-Jawa Tengah melalui beberapa tahap, yaitu: 

1. Pengajuan Surat Rekomendasi kepada Lazismu Pembentuk disertai dokumen pendukung.

2. Penerbitan Surat Keputusan Pendirian Kantor Layanan oleh Lazismu.

3. Pengajuan pembukaan rekening penghimpunan oleh pengelola Kantor Layanan.

4. Proses pembukaan rekening dan penunjukan rekening pentasharufan oleh Lazismu.

Melalui kolaborasi erat dengan pengurus pesantren, program ini akan memperkuat kapasitas lembaga ZISWAF dan mendukung pembangunan sosial di Jawa Tengah secara keseluruhan. Akhirnya terwujud pengelolaan dana ZISWAF yang lebih baik demi kemaslahatan umat.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui Majelis Pembina....

Suara Muhammadiyah

8 March 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Panjta Nu....

Suara Muhammadiyah

30 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam petualangan di belantara kehidupan, niscaya ditemukan riak co....

Suara Muhammadiyah

22 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan....

Suara Muhammadiyah

6 August 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pada Sabtu (14/10), Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, memberi....

Suara Muhammadiyah

14 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah