Lembaga ZISWAF Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Publish

15 January 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
898
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah – Pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah dalam dua dekade belakangan ini tumbuh sangat pesat. Selain dikategorikan pemula, Pesantren Muhammadiyah juga memiliki santri sedikit (di bawah 100 orang) serta kondisi keuangan yang belum mandiri. Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah, telah dilaksanakan workshop dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Melalui ZISWAF, 24 Desember 2024. 

Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari dan merupakan hasil kolaborasi Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhamamadiyah Surakarta, program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren LPP PWM Jateng dan LazisMU PWM Jateng.

Acara ini dibuka oleh ketua LPP PWM Jawa tengah, Muhammad Irzal fadholi, MPd.I, dilanjutkan materi terkait kondisi terkini pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah oleh Ahmad Mardalis SE, MBA, lalu dilanjutkan materi Pembentukan Kantor Layanan LazisMU oleh ketua LazisMu PWM Jateng dan penjelasan terkait operasional LazisMu oleh direktur operasional LazisMU. Hari kedua para peserta workshop diberi pemaparan tentang best practice pengelolaan Ziswaf di pesantren Zam-zam Cilongok Purwokerto dan pesantren Trensain Sragen.

Dengan kegiatan ini diharapkan munculnya kesadaran pengelola pesantren tentang perlunya pengelolaan dana Ziswaf. Selain itu terbentuknya lembaga atau unit khusus yang bekerja sama dengan LazisMu di setiap pesantren untuk mengelola dana ZISWAF secara terintegrasi. Meningkatkan kapasitas manajerial pengurus pesantren dalam manajemen keuangan modern. Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana ZISWAF. Memberdayakan ekonomi lokal melalui proyek-proyek pengembangan yang didanai oleh dana ZISWAF.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dana ZISWAF di pesantren serta memperkuat peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.

Untuk pembukaan Kantor Layanan di Pesantren Muhammadiyah se-Jawa Tengah melalui beberapa tahap, yaitu: 

1. Pengajuan Surat Rekomendasi kepada Lazismu Pembentuk disertai dokumen pendukung.

2. Penerbitan Surat Keputusan Pendirian Kantor Layanan oleh Lazismu.

3. Pengajuan pembukaan rekening penghimpunan oleh pengelola Kantor Layanan.

4. Proses pembukaan rekening dan penunjukan rekening pentasharufan oleh Lazismu.

Melalui kolaborasi erat dengan pengurus pesantren, program ini akan memperkuat kapasitas lembaga ZISWAF dan mendukung pembangunan sosial di Jawa Tengah secara keseluruhan. Akhirnya terwujud pengelolaan dana ZISWAF yang lebih baik demi kemaslahatan umat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Perguruan Muhammadiyah Setiabudi Pamulang Launching PPDB Tahun Ajaran 2025/2026 TANGSEL, Suara Muha....

Suara Muhammadiyah

7 September 2024

Berita

WONOGIRI, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Perj....

Suara Muhammadiyah

16 August 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Daerah Mandailing Natal (Madina) menyerahkan donasi peduli ....

Suara Muhammadiyah

19 November 2023

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melalui Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) menga....

Suara Muhammadiyah

31 July 2025

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Ka....

Suara Muhammadiyah

1 October 2024