JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Jalan munuju Allah ada banyak cabang cara yang bisa ditempuh. Salah satunya dengan zuhud.
“Zuhud artinya kita melepaskan mindset kita pada dunia,” tegas Muhammad Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Ditambahkan lagi, kalau zuhud itu juga melepaskan hawa nafsu pada orientasi keduniawian yang menggoda. Di lain sisi, orientasi keduniawian itu hanya dilakukan ala kadarnya, sesuai standar hidup yang sebagaimana semestinya.
“Ini tidak berarti kemudian kita menggunakan pakaian yang compang-camping, menggunakan yang seadanya,” tekannya, Sabtu (21/3) di TvMu Channel program Tausiyah Kiai Saad Ibrahim.
Sebuah ilustrasi digambarkan oleh Saad di sini. Ada seseorang duduk bersebelahan, dan tidak saling mengenal. Yang dilihatnya kemudian, orang tak dikenalnya, berpakaian sangat bagus, demikian sepatu dan celananya.
Berkenalanlah keduanya, dan diberikan kartu nama. Ternyata, yang ditemuinya itu seorang direktur. Pada awalnya, berasumsi perbincangan itu menyoal duniawi, tetapi ternyata jauh panggang dari api.
“Direktur tadi kemudian bercerita dengan mendalam mengenai kehidupan-kehidupan yang bersifat akhirat,” ucap Saad.
Itulah sampel sebuah seseorang yang zuhud. Kendati menggunakan pakaian yang serba bagus, tetapi, kata Saad, mindsetnya tidak bersifat duniawi.
“Ini mengingatkan kepada kita bahwa kita perlu menampilkan dengan tampilan yang orang melihat kita senang, tapi kita jangan terlena untuk-urusan duniawi,” terangnya.
Di sinilah relevansi zuhud dalam kehidupan. Tidak mengarusutamakan kemilau duniawi, akan tetapi mengisinya dengan sifat-sifat yang berdimensi spiritual.
“Lepaskanlah pikiran kita dari kaitannya dengan kehidupan dunia, itu tidak boleh mendominasi pikiran kita. Pikiran kita ialah kita sedang menuju kepada Allah. Kita sedang berada di terminal namanya Az-Zuhud,” tutup Saad. (Cris)
