LHPB PWA DIY Gelar Pelatihan Kegawatdaruratan pada Lansia saat Bencana

Publish

24 December 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1070
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LHPB) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) DI Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan bertajuk "Pendampingan Lansia dalam Situasi Bencana" pada Sabtu, 21 Desember 2024, di Kampus 1 Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.

Ketua PWA DIY, Hj. Zulaikah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. "Kita tidak tahu kapan bencana akan datang. Lansia termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam aspek nutrisi dan kebutuhan dasar lainnya saat bencana," ujar Zulaikah.

Nutrisi memainkan peran penting dalam kesehatan lansia, terutama di tengah situasi darurat. Seiring bertambahnya usia, perubahan fisiologis pada tubuh lansia dapat memengaruhi kebutuhan nutrisi mereka. Narasumber menjelaskan bahwa masalah gizi seperti malnutrisi, dehidrasi, kesulitan mengunyah atau menelan, dan penyakit kronis (seperti diabetes atau hipertensi) kerap dialami lansia.

Selama bencana, akses terhadap makanan bergizi dan air bersih sering kali terganggu. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan lansia, termasuk penurunan berat badan drastis, kelemahan fisik, dan gejala lainnya. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar mengenai kebutuhan gizi lansia, meningkatkan kapasitas relawan dalam menyediakan dukungan gizi, serta mengembangkan keterampilan dalam menangani masalah gizi pada lansia.

Dalam paparannya, Nur Chayati selaku narasumber menyoroti pentingnya memahami kegawatdaruratan yang sering terjadi pada lansia, seperti henti jantung, nyeri dada, jatuh, patah tulang, luka bakar, dan komplikasi penyakit seperti hipoglikemia atau hiperglikemia.

"Kunci utama adalah tetap tenang dalam situasi darurat. Jangan panik, cari bantuan terdekat, dan segera hubungi layanan medis," jelas Nur Chayati. Ia juga menekankan bahwa caregiver atau relawan harus memiliki keterampilan pertolongan pertama untuk mengatasi situasi darurat.

Dalam konteks bencana, relawan memiliki peran strategis, terutama dalam pemetaan lansia rentan, distribusi makanan bergizi, dan dukungan psikososial. Pemetaan ini bertujuan untuk memastikan para lansia mendapatkan perhatian khusus yang sesuai dengan kebutuhan mereka.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melaksanakan seremoni pemb....

Suara Muhammadiyah

11 June 2024

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr....

Suara Muhammadiyah

7 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Madrasah Mua’llimaat Muhammadiyah Yogyakarta memberikan....

Suara Muhammadiyah

7 November 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah — Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas M....

Suara Muhammadiyah

2 December 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024