Limbah Sabut Kelapa Menjadi Media Tanam Berkualitas

Publish

6 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
719
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Sinergi HIMFA UMY dan KWT Lestari Hargorejo

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Sebagai komoditas unggulan, kelapa tidak hanya bersaing dengan kelapa sawit, tetapi juga memiliki pemanfaatan yang luas, mulai dari sektor pangan hingga nonpangan, termasuk industri pengolahan sabut kelapa.

Desa Hargorejo dikenal sebagai salah satu daerah dengan produksi kelapa yang cukup tinggi. Melihat potensi tersebut, Tim PPK Ormawa HIMFA 2025 berkolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Desa Hargorejo, Kulon Progo untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah, Ahad (24/8).

Salah satu inovasi yang dihasilkan dari kolaborasi ini adalah cocopeat, yaitu serbuk halus hasil olahan sabut kelapa yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam alternatif. Cocopeat memiliki nilai ekonomis, ramah lingkungan, dan berkualitas sehingga berpotensi menjadi solusi media tanam berkelanjutan bagi masyarakat.

Proses pembuatannya diawali dengan pengumpulan sabut kelapa dari masyarakat sekitar. Sabut kelapa tersebut kemudian dipisahkan dari serat kasar dan dihancurkan hingga menjadi serbuk halus. Tahap berikutnya adalah perendaman yang dilakukan untuk melunakkan tekstur sekaligus membantu mengeluarkan senyawa penghambat seperti tanin.

Setelah direndam, serbuk dikeringkan terlebih dahulu agar kadar airnya berkurang. Selanjutnya dilakukan fermentasi dengan penambahan larutan EM4 (Effective Microorganisms 4) dan molase, yang bertujuan untuk menurunkan kandungan tanin dan lignin yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Kegiatan ini memberikan dampak positif di berbagai bidang. Dari sisi lingkungan, mengurangi jumlah limbah sabut kelapa yang sebelumnya sering dibuang dan dibakar. Dari sisi ekonomi, membuka peluang usaha baru melalui produksi dan penjualan cocopeat.

Sementara dari sisi sosial, program ini memberdayakan ibu-ibu KWT dengan meningkatkan keterampilan kewirausahaan, sekaligus memberi mahasiswa pengalaman nyata dalam pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat.

Manfaat tersebut juga dirasakan langsung oleh warga. Salah satu anggota KWT Lestari, Tri, menyampaikan dulu sabut kelapa sering dianggap sampah dan tidak bernilai. Sekarang, dengan adanya pelatihan dari mahasiswa PPKO HIMFA UMY, kami bisa mengolahnya jadi cocopeat yang laku dijual. “Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat, dan kami jadi semangat untuk terus berinovasi,” ungkapnya.

Kolaborasi antara HIMFA UMY dan KWT Lestari Desa Hargorejo membuktikan bahwa limbah sabut kelapa dapat diolah menjadi solusi berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Diharapkan, model ini dapat diterapkan secara lebih luas untuk mendukung pembangunan desa yang mandiri dan ramah lingkungan.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) terus memperkuat k....

Suara Muhammadiyah

22 August 2024

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Diikuti 22 utusan dari PCNA se-Kabupaten Lamongan, Pimpinan Daerah Na....

Suara Muhammadiyah

16 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kekalapan Israel, paling tidak semenjak Oktober 2023 yang lalu, memang....

Suara Muhammadiyah

15 April 2024

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah – Dalam suasana bulan Ramadan yang penuh berkah dan kasih sayang,....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah — Koperasi Syariah Khairu Ummah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT....

Suara Muhammadiyah

27 January 2026