BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Peluang bekerja dan melanjutkan studi di Jepang menjadi salah satu alternatif bagi mahasiswa tingkat akhir dan lulusan program studi teknik Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk mengembangkan karier di tingkat internasional.
Peluang tersebut dibahas dalam sosialisasi beasiswa studi dan kesempatan kerja di Jepang yang digelar Lembaga Pengkajian Pengembangan Pendidikan dan Kewirausahaan (LP3K) UM Bandung pada Senin (5/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung. Sebanyak 200 mahasiswa dan peserta mengikuti kegiatan tersebut.
General Manager First Study Osaka Jepang Yokoyama Arata hadir sebagai narasumber utama bersama Kepala LP3K UM Bandung Ace Somantri.
Ace Somantri mengatakan bahwa peluang bekerja di luar negeri perlu dilihat sebagai salah satu alternatif bagi lulusan perguruan tinggi di tengah tantangan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan jumlah lapangan kerja. Namun, kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Pengangguran terdidik terus meningkat. Sementara itu, dunia usaha dan industri belum banyak menyerap lulusan karena masih ada persoalan kompetensi dan keterampilan yang belum sesuai dengan standar kebutuhan industri,” ujar Ace.
Pada sisi lain, Jepang menghadapi persoalan demografi yang berbeda. Jumlah penduduk Jepang terus mengalami penurunan, sedangkan aktivitas ekonomi dan industri tetap berjalan.
“Jepang secara populasi mengalami masalah. Setiap semester ada penurunan penduduk kurang lebih sampai 2,1 juta jiwa. Pada sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan industri tetap berjalan dan relatif meningkat,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan sumber daya manusia di Jepang ikut meningkat. Kebutuhan tenaga kerja yang tidak sepenuhnya dapat dipenuhi dari penduduk lokal kemudian membuka peluang bagi tenaga kerja asing.
“Ketika kebutuhan sumber daya manusia meningkat dan penduduk Jepang tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, konsekuensinya Jepang harus mengambil tenaga asing. Salah satunya dari Indonesia yang masih berada pada usia produktif,” kata Ace.
Menurut Ace, kondisi tersebut menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan lulusan UM Bandung. Khususnya lagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan teknik.
Oleh karena itu, LP3K UM Bandung mendorong kolaborasi dengan First Study Osaka Jepang serta Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) untuk membuka akses informasi mengenai peluang kerja dan studi di Jepang.
“Tentu ini merupakan peluang yang perlu kita fasilitasi. Kita ingin mahasiswa dan alumni UM Bandung mendapatkan akses terhadap kesempatan bekerja ataupun melanjutkan studi di Jepang,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah unsur di lingkungan UM Bandung. Termasuk fakultas dan program studi di bidang Saintek, bagian alumni dan karier, bagian kerja sama internasional, dan bagian diseminasi.
Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat pendampingan mahasiswa dan alumni. Mulai dari mendapatkan informasi mengenai peluang kerja hingga mempersiapkan diri untuk studi lanjut di Jepang.
Dalam kegiatan tersebut, Yokoyama Arata juga memaparkan berbagai informasi mengenai kesempatan studi dan bekerja di Jepang. Khusus bagi mahasiswa dan lulusan UM Bandung, First Study Osaka Jepang memberikan kuota beasiswa untuk melanjutkan studi di Jepang.
Yokoyama mengatakan peluang studi dan kerja di Jepang dapat menjadi pilihan bagi lulusan UM Bandung. First Study membuka akses informasi mengenai beasiswa, studi, dan peluang kerja di Jepang. Ia juga menjelaskan sejumlah jalur yang dapat ditempuh mahasiswa dan lulusan untuk berkarier di Jepang.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Fakultas Saintek UM Bandung. Fakultas berencana menindaklanjuti program tersebut agar peluang studi dan kerja di Jepang dapat diakses lebih luas oleh mahasiswa dan lulusan.
Para peserta mengikuti pemaparan mengenai kondisi tenaga kerja Jepang, peluang studi, beasiswa, serta kesempatan bekerja bagi tenaga kerja asing. Melalui program ini, UM Bandung berupaya memperluas akses mahasiswa dan alumni terhadap peluang pendidikan dan karier internasional.***

