LPPM UMMAD Lakukan Pembekalan KKN Perdana

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

1445
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Madiun (LPPM UMMAD) melaksanakan pembekalan kuliah kerja nyata (KKN) kepada mahasiswa UMMAD, Kamis, 16 November 2023.
Pembekalan dilakukan Kepala LPPM UMMAD, Prof. Ir. Sardjito, M.Si., Ph.D., serta mengundang mitra KKN yaitu KPU kabupaten/kota Madiun, Kabupaten Magetan, serta Kabupaten Ponorogo 

Sebanyak 66 mahasiswa semester VII akan mengikuti KKN untuk pertama kali digelar UMMAD sejak berdiri pada tahun 2020 dengan paling banyak berasal dari mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi sebanyak 20 orang.
Kemudian Prodi Administrasi Kesehatan ada 19 mahasiswa, Prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos) ada 16 Mahasiswa, Prodi Ilmu Lingkungan ada 6 mahasiswa dan 5 mahasiswa dari Prodi Aktuaria.

Kepala LPPM UMMAD, Prof. Ir. Sardjito, M.Si., menerangkan, KKN UMMAD yang pertama kali dilakukan UMMAD ini dilaksanakan dengan tidak berbayar.

Sehingga LPPM UMMAD berusaha mencari materi KKN yang dapat mendukung praktek KKN yang tidak berbayar.

Sehingga LPPM UMMAD menjalin kerjasama dengan mitra dari KPU di Madiun maupun luar Madiun untuk mengikut sertakan mahasiswa KKN UMMAD menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024.

“Secara pendanaan bisa diberikan oleh mitra dalam hal ini KPU yang diajak bekerjasama oleh LPPM UMMAD,” kata Prof. Sardjito.
Bagi mahasiswa yang mengikuti KKN ini dapat memperdalam pengertian, pengalaman mereka mengenai cara berfikir dan bekerja interdisipliner dan lintas sektoral. 
“Mendewasakan pola pikir mahasiswa dalam menganalisis dan menyelesaikan masalah/kasus yang ada secara pragmatis ilmiah,” kata Prof. Sardjit
Sementara itu, Rohaini Hidayat, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SUmber Daya Manusia KPU Kota Madiun menyampaikan apresiasi terhadap UMMAD yang melaksanakan KKN yagng fokus pada pelaksanaan Pemilu dengan menggandeng mitra KPU.
Menurut Rohaini Hidayat, kebutuhan SDM penyelenggaraan Pemilu di tingkat bawah atau kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) itu sangat banyak. 
Rohaini menambahkan, jumlah TPS di Kota Madiun mencapai 575 dikalikan 7 anggota KPPS sehingga mmebutuhkan 4025 TPS.

“Sehingga apabila nanti peserta KKN UMMAD ini mau bertugas sebagai KPPS tentu kami sangat bersyukur dan mengapresiasi sekali,” kata Rohaini. (Pujoko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Tim peneliti Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UM P....

Suara Muhammadiyah

8 September 2026

Berita

BANDARLAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-111, Lembaga Pen....

Suara Muhammadiyah

21 November 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Menghadapi era disrupsi abad 21, para pendidik dan peserta didik tida....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kondisi ketahanan pangan Indonesia ke depan harus diwaspadai. ....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - ParagonCorp kembali membuka pendaftaran ParagonCorp Scholarship Progra....

Suara Muhammadiyah

15 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah