PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan melalui Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan bekerja sama dengan KL Lazismu PDNA Kabupaten Pekalongan dan Lazismu Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Pelatihan Mitra El-Chicken pada Sabtu (27/6). Kegiatan ini diikuti oleh 10 mitra perintis, yang terdiri atas ibu rumah tangga dan perempuan muda dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan.
Menariknya, dua peserta pelatihan merupakan guru Taman Kanak-kanak (TK) dari Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Pekalongan, yang diharapkan dapat menjadi contoh perempuan produktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kewirausahaan sosial.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam bidang kewirausahaan, manajemen usaha, pelayanan pelanggan, dan pemasaran, sehingga mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini merupakan bagian dari implementasi Model ECOS (El-Chicken Ekonomi Sirkular Organisasi Sosial) yang dikembangkan oleh PDNA Kabupaten Pekalongan sebagai upaya mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Bapak Tiknyo, yang memberikan motivasi, arahan, dan pendampingan kepada seluruh peserta. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh konsistensi, semangat belajar, serta kemauan untuk terus berkembang.
Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh, menyampaikan bahwa El-Chicken bukan sekadar usaha kuliner, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan perempuan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
"Program El-Chicken kami rancang untuk meningkatkan pendapatan perempuan muda melalui usaha yang berkelanjutan. Ke depan, kami juga akan membuka kesempatan kemitraan bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu, agar mereka memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi," ujar Ainun.
Lebih lanjut, Ainun menjelaskan bahwa konsep El-Chicken mengusung semangat Jogo Bumi, yaitu gerakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan bungkus daun pisang sebagai pengganti kertas nasi dalam penyajian produk. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan limbah kertas dan plastik sekali pakai, sekaligus menumbuhkan budaya ramah lingkungan di tengah masyarakat.
"Kami ingin membuktikan bahwa usaha mikro juga dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Melalui penggunaan daun pisang sebagai kemasan alami, El-Chicken tidak hanya menghadirkan produk yang lebih sehat dan bernilai lokal, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas isu lingkungan yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Pekalongan," tambahnya.

