JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Langkah serius penguatan sertifikasi profesi zakat nasional ditunjukkan oleh LSP Muhammadiyah. Lembaga ini melakukan kunjungan dan benchmarking ke LSP Baznas di Jakarta, Senin (19/1).
Kunjungan tersebut difokuskan pada pendalaman tata kelola Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2, pengembangan skema sertifikasi, serta strategi penjaminan mutu sertifikasi bagi amil zakat. Melalui diskusi dan observasi langsung, LSP Muhammadiyah berupaya memperkuat perannya dalam mendukung standardisasi profesi zakat nasional.
Pimpinan Baznas, Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa kehadiran LSP Muhammadiyah menjadi tambahan kekuatan penting dalam ekosistem sertifikasi zakat di Indonesia.
“Hadirnya LSP Muhammadiyah akan membantu meningkatkan standardisasi amil di Indonesia melalui sertifikasi, khususnya amil yang berada di lingkungan Muhammadiyah. Ini tentu mendukung tugas negara dalam membangun sistem sertifikasi yang kredibel di bidang zakat nasional,” ujarnya.
Menurut Rizaludin, kolaborasi antar-lembaga sertifikasi merupakan kunci untuk memastikan kualitas sumber daya manusia pengelola zakat agar semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan umat.
Direktur LSP Muhammadiyah, Filosa Gita Sukmono, mengungkapkan bahwa kunjungan ini memberikan banyak pembelajaran strategis yang dapat langsung diimplementasikan.
“Pengelolaan LSP di Baznas sangat menarik. Banyak poin penting yang bisa dikolaborasikan, mulai dari tata kelola kelembagaan hingga pengembangan skema sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Filosa.
Ia menambahkan, hasil benchmarking ini akan menjadi pijakan penting bagi LSP Muhammadiyah dalam menyusun kebijakan dan program sertifikasi zakat yang berkelanjutan serta selaras dengan standar nasional.
Dalam kegiatan tersebut, LSP Muhammadiyah diwakili oleh jajaran pengurus yang terdiri dari Filosa Gita Sukmono, Rusdianto, Lukito Dwi Yuono, dan Jarot Wahyudi. Ke depan, LSP Muhammadiyah menargetkan penguatan kolaborasi lintas lembaga guna mendorong profesionalisme pengelolaan zakat di Indonesia.

