METRO, Suara Muhammadiyah - Di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kreativitas, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Hal inilah yang tercermin dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES), salah satu kompetisi bergengsi bagi mahasiswa di Indonesia.
Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro). Fadhila Sihombing, mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam ajang PILMAPRES Tingkat Wilayah LLDIKTI II Tahun 2026 yang berlangsung di Palembang pada 5–6 Mei 2026.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi di daerah juga memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat wilayah. Keberhasilan tersebut tentu tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang, kerja keras, konsistensi, dan semangat untuk terus berkembang.
Ajang PILMAPRES sendiri tidak hanya menilai kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga menekankan aspek kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, inovasi, hingga kontribusi sosial. Oleh karena itu, capaian yang diraih Fadhila menjadi gambaran bahwa mahasiswa saat ini perlu memiliki kompetensi yang menyeluruh.
Di sisi lain, prestasi ini juga menunjukkan pentingnya dukungan perguruan tinggi dalam membina dan mengembangkan potensi mahasiswa. UM Metro menjadi salah satu kampus yang terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berprestasi melalui berbagai program pengembangan akademik maupun nonakademik.
Wakil Rektor III UM Metro, Dr. Ir. Eva Rolia, S.T., M.T., M.KM., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Fadhila merupakan hasil dari kerja keras dan semangat juang yang tinggi.
“Prestasi yang diraih Fadhila Sihombing merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, dan semangat juang yang tinggi. Kami sangat bangga karena mahasiswa UM Metro mampu menunjukkan kualitas dan daya saingnya di tingkat wilayah,” ujarnya.
Prestasi seperti ini penting untuk terus diapresiasi karena mampu memberikan inspirasi kepada mahasiswa lainnya agar tidak ragu mengembangkan potensi diri. Dunia pendidikan tinggi membutuhkan lebih banyak generasi muda yang berani mencoba, aktif berkarya, dan memiliki mental kompetitif yang sehat.
Keberhasilan Fadhila juga menjadi pengingat bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kampus-kampus besar di kota metropolitan. Dengan lingkungan yang mendukung, semangat belajar, dan ketekunan, mahasiswa dari berbagai daerah pun mampu tampil dan membawa nama baik institusinya di tingkat yang lebih luas.
Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa Indonesia untuk terus belajar, berkembang, dan membangun prestasi yang memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat luas.

