Manajemen Baru, Lazismu Makassar Tancap Gas Targetkan 2.000 Kado Ramadhan

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

675
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Manajemen baru Lazismu Makassar langsung tancap gas dengan menargetkan penyaluran 2.000 Kado Ramadhan pada Ramadhan 1447 Hijriah. 

Program tersebut menyasar kelompok duafa dan fakir miskin yang tersebar di 22 cabang Lazismu se-Kota Makassar.

Target tersebut disampaikan oleh Manajer Area Lazismu Makassar yang baru Muhammad Imaduddin. Ia mengatakan itu saat melakukan serah terima jabatan Manajer Eksekutif Lazismu Makassar yang berlangsung pada Kamis, 6 Februari 2026. 

Dalam ruang rapat PUSDIM Makassar, momentum ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru dalam memperkuat peran Lazismu sebagai lembaga filantropi Islam yang amanah dan profesional.

Sumber pendanaan program Kado Ramadhan 1447 H ini berasal dari warga dan simpatisan Muhammadiyah yang dihimpun melalui Kantor Layanan Lazismu Makassar. Dana tersebut akan dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Manajer Eksekutif Lazismu Makassar periode sebelumnya, Muflih Razak, dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk terus mendukung program-program Lazismu Makassar ke depan. 

Ia juga menyampaikan harapan agar Lazismu Makassar semakin maju di bawah kepemimpinan yang baru.

“Kami akan tetap mendukung program-program Lazismu Makassar ke depannya. Semoga Lazismu Makassar bisa lebih baik dari kepemimpinan kami selama sembilan tahun,” ujar Muflih Razak.

Dengan semangat baru dan target program yang jelas, Lazismu Makassar optimistis mampu memperluas manfaat dan memperkuat kepercayaan publik, khususnya dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan gerakan filantropi yang berdampak nyata bagi umat.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, K.H. Sudirman berharap, pergantian manajer Lazismu di Makassar tidak sekadar ganti nama di SK. 

"Ini harus jadi momen tajdid gerakan, tajdid niat, tajdid inovatif, tajdid pemikiran, tajdid pengelolaan, itu senantiasa butuh diperbaharui," kata dia. 

​Ia mengingatkan, kepemimpinan itu amanah. Jabatan boleh berganti, tapi amanah tidak pernah berhenti. 

Menurut dia, manajer lama sudah menunaikan bagian takdirnya yang sangat luar biasa. Tentu manajer baru sedang memulai ujian amanah ke depan. 

"Yang pergi bukan selesai pahalanya, yang datang ini bukan otomatis mulia tanpa kerja. Kita berharap estafet ini bukanlah ladang kompetisi, karena kita harus sadar Muhammadiyah itu bukan panggung individu," tegas dia. 

Lazismu, lanjut Kiai Sudirman bukan panggung perorangan. Lazismu adalah ladang jamaah, ladang organisasi, ladang persyarikatan yang bukan cuma satu orang yang bisa.

​"Kita punya prinsip, tentu yang lama itu terus menanam, yang baru menyiram. Semua berharap panen keberkahan dan pahala siapapun. Kalau ada kekurangan masa lalu, jadikan pelajaran. Kalau ada kebaikan, ya tentu jadikan pondasi. Bukan saling menyalahkan antara yang lama dengan baru, tapi saling menyempurnakan," tutup dia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islam paling menonjol dalam....

Suara Muhammadiyah

3 January 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi d....

Suara Muhammadiyah

17 May 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Suara Muhammadiyah. Delapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu P....

Suara Muhammadiyah

23 October 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (PNF) ....

Suara Muhammadiyah

4 August 2025

Berita

Latih dan Berdayakan Pemimpin Perempuan Berkemajuan di Kota Ambon AMBON, Suara Muhammadiyah - Ketua....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah