Manajemen Baru, Lazismu Makassar Tancap Gas Targetkan 2.000 Kado Ramadhan

Publish

7 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
235
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Manajemen baru Lazismu Makassar langsung tancap gas dengan menargetkan penyaluran 2.000 Kado Ramadhan pada Ramadhan 1447 Hijriah. 

Program tersebut menyasar kelompok duafa dan fakir miskin yang tersebar di 22 cabang Lazismu se-Kota Makassar.

Target tersebut disampaikan oleh Manajer Area Lazismu Makassar yang baru Muhammad Imaduddin. Ia mengatakan itu saat melakukan serah terima jabatan Manajer Eksekutif Lazismu Makassar yang berlangsung pada Kamis, 6 Februari 2026. 

Dalam ruang rapat PUSDIM Makassar, momentum ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru dalam memperkuat peran Lazismu sebagai lembaga filantropi Islam yang amanah dan profesional.

Sumber pendanaan program Kado Ramadhan 1447 H ini berasal dari warga dan simpatisan Muhammadiyah yang dihimpun melalui Kantor Layanan Lazismu Makassar. Dana tersebut akan dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Manajer Eksekutif Lazismu Makassar periode sebelumnya, Muflih Razak, dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk terus mendukung program-program Lazismu Makassar ke depan. 

Ia juga menyampaikan harapan agar Lazismu Makassar semakin maju di bawah kepemimpinan yang baru.

“Kami akan tetap mendukung program-program Lazismu Makassar ke depannya. Semoga Lazismu Makassar bisa lebih baik dari kepemimpinan kami selama sembilan tahun,” ujar Muflih Razak.

Dengan semangat baru dan target program yang jelas, Lazismu Makassar optimistis mampu memperluas manfaat dan memperkuat kepercayaan publik, khususnya dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan gerakan filantropi yang berdampak nyata bagi umat.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, K.H. Sudirman berharap, pergantian manajer Lazismu di Makassar tidak sekadar ganti nama di SK. 

"Ini harus jadi momen tajdid gerakan, tajdid niat, tajdid inovatif, tajdid pemikiran, tajdid pengelolaan, itu senantiasa butuh diperbaharui," kata dia. 

​Ia mengingatkan, kepemimpinan itu amanah. Jabatan boleh berganti, tapi amanah tidak pernah berhenti. 

Menurut dia, manajer lama sudah menunaikan bagian takdirnya yang sangat luar biasa. Tentu manajer baru sedang memulai ujian amanah ke depan. 

"Yang pergi bukan selesai pahalanya, yang datang ini bukan otomatis mulia tanpa kerja. Kita berharap estafet ini bukanlah ladang kompetisi, karena kita harus sadar Muhammadiyah itu bukan panggung individu," tegas dia. 

Lazismu, lanjut Kiai Sudirman bukan panggung perorangan. Lazismu adalah ladang jamaah, ladang organisasi, ladang persyarikatan yang bukan cuma satu orang yang bisa.

​"Kita punya prinsip, tentu yang lama itu terus menanam, yang baru menyiram. Semua berharap panen keberkahan dan pahala siapapun. Kalau ada kekurangan masa lalu, jadikan pelajaran. Kalau ada kebaikan, ya tentu jadikan pondasi. Bukan saling menyalahkan antara yang lama dengan baru, tapi saling menyempurnakan," tutup dia.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PCM dan PCA Tuban Kota Tenentukan Kepemimpinan Periode Mendatang  TUBAN, Suara Muhammadiyah - ....

Suara Muhammadiyah

24 July 2023

Berita

MAJALENGKA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat melalui progam....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.A., ....

Suara Muhammadiyah

21 October 2025

Berita

BANTEN, Suara Muhammadiyah - Menjelang agenda Tanwir Nasyiatul Aisyiyah (NA) II yang akan berlangsun....

Suara Muhammadiyah

4 September 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembal....

Suara Muhammadiyah

3 January 2025