Masjid Harus Bisa Menghidupkan Denyut Nadi Ekonomi Umat

Suara Muhammadiyah

28 December 2025

744
H Aris Madani, SPdI., MSI. Foto: Cris

H Aris Madani, SPdI., MSI. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Masjid Jogokariyan sangat fenomenal. Masjid ini merupakan wakaf Muhammadiyah, demikian tutur Aris Madani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dalam Ruang Publik TvMu: Inspirasi Dari Jogokariyan, Sabtu (28/12).

“Masjid tidak pernah tidur. Full 24 jam melayani umat. Ini yang saya kira fenomenal,” ulas Aris.

Diperkuat Aris, keberadaan Masjid Jogokariyan meniscayakan pelopor dari pusat memberdayakan masjid. Ia mengetengahkan, banyak masjid Muhammadiyah belajar bersama pengelolaan masjid kepada masjid tersebut.

“Dari awal, masjid ini inklusif, sangat terbuka dan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk bersilaturahmi, maka begitu mengadakan kegiatan responsnya luar biasa,” bebernya.

Termasuk, saat bulan Ramadan datang. Setiap tahun, selalu ada Pasar Ramadan di sepanjang Masjid Jogokariyan. “Dari Barat ke Timur itu full dengan pedagang kaki lima,” ungkap Aris.

Bahkan, para pedagang itu mendapatkan bantuan dari masjid dan masyarakat setempat, “sehingga bisa berdikari dan bisa menghidupi keluarganya,” lanjutnya.

Termasuk, iftar (buka puasa) bersama. “3000 jamaah hadir,” ucapnya. Tidak hanya dari umat Islam, “Ada yang non-muslim juga, mungkin orang asing juga datang,” sambungnya.

Dengan tidak terjebak pada pengkultusan ketokohan, Aris menggarisbawahi sosok Muhammad Jazir yang telah berpulang pada Senin (22/12) RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, banyak secercah inspirasi yang laik dijadikan pembelajaran bagi masjid-masjid yang lain.

“Dikelola dengan manajemen modern,” sebut Aris. Yang berdampak pada pelaksanaannya di lapangan. “Terprogram dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya,” lanjutnya.

Pada saat yang sama, menggandeng anak muda. Lebih khusus lagi, menyediakan ruang bagi mereka. “Pengelolaannya dilakukan oleh anak-anak muda,” jelasnya.

Demikian halnya fokus utamanya masjid menjelma sebagai tempat ibadah yang menggembirakan. “Gembira, senang berada di masjid,” tambahnya. Bukan datang ke masjid, tidak ada lagi perasaan gamang dan berkecamuk yang membelenggu.

“Kalau ada jamaah yang kehilangan sandal akan diganti, handpone akan diganti, bahkan motor pun kalau kehilangan akan diganti oleh takmir masjid tersebut,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KAIRO, Suara Muhammadiyah –  Delegasi Muhammadiyah Sumatera Utara yang terdiri dari Pimpi....

Suara Muhammadiyah

7 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pembelajaran Kemuhammadiyahan di Fakultas Farmasi Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

28 July 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Dunia komunikasi kini tengah bergerak cepat ke arah digital. Tak ingi....

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabd....

Suara Muhammadiyah

19 February 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Dewan Asatidz Pesantren MBS Bumiayu memenuhi undangan untuk melakukan P....

Suara Muhammadiyah

5 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah