Masjid sebagai Titik Sentral Spiritual, Ranting sebagai Akar Kehidupan Sosial

Suara Muhammadiyah

9 August 2026

428
dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Isna

dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Isna

JEPARA, Suara Muhammadiyah - Posisi Ranting di Muhammadiyah memegang peranan amat substansial. Betapa tidak, Ranting menjadi akar rumput (grassroots) dari dakwah itu sendiri.

"Ranting itu sebagai daerah akar. Sebab yang namanya akar itu adalah kunci kehidupan," ujar Agus Taufiqurrahman, Ahad (9/8) saat Pengajian Akbar Triwulan PDM Jepara dan Penutupan CRM Unggulan 2026 di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah.

Maka dari itu, simpulan Agus, Ranting begitu amat penting. Demikian Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengemukakan.

"Yang mengetahui orang yang sakit membutuhkan santunan, siapa yang punya datanya? Ranting," tutur Agus.

Lebih jauh lagi, deret pelbagai problem akar rumput lainnya. Bersamaan dengan itu, turut memberikan solusi untuk mencari jalan keluar atas kungkungan problem tersebut.

"Spiritnya untuk fastabiqul Khoirot. Yang penting pokoknya terus berikhtiar membuat keteladanan," kata Agus.

Juga, jangan sampai menghilangkan keikhlasan dan ketulusan berjuang untuk umat dan masyarakat. Itulah esensi Ranting. "Sangat penting," tekannya sekali lagi.

Demikian pula posisi masjid. Agus menyebut, Muktamar ke-48 di Surakarta, Jawa Tengah, Muhammadiyah sangat konsen untuk menata dan membina masjid-masjid Muhammadiyah.

"Sebab ditengarai masjid itu penuhnya tidak seperti dulu," ungkapnya.

Lebih-lebih di bulan Ramadan, kalau dibandingkan dengan zaman dulu dan sekarang, sungguh sangat berbeda. "Dulu masjid kecil penuh, sekarang masjid besar malah sepi jamaah," bebernya.

Akar tunjang dari itu, masjid sering ditutup ketika selesai shalat berjamaah, imam tidak mendendangkan suara yang indah, dan fasilitas pendukung kebutuhan jamaah juga sangat minimalis.

"Dulu, masjid penuh jamaahnya kalau Ramadan menyiapkan penceramah-penceramah yang bagus, apalagi masjid kampus," ungkapnya. Termasuk, di dalamnya menyiapkan imam-imam terbaik.

"Sekarang, masjid tarawih yang makmur itu, masjid yang bisa menyiapkan imam yang baik. Maka, masjid kita dibuat begitu," tambah Agus.

Tidak hanya berhenti pada aspek spiritual. Dari sisi sosial-kemasyarakatan, Agus mendorong, hal itu mesti melakat dan diperkuat oleh masjid Muhammadiyah dengan orientasi pemberdayaan masyarakat, kepedulian sosial, serta penguatan kehidupan umat. 

"Apa pun masalahnya, masjid solusinya," imbuhnya. 

Dengan demikian, masjid harus ditempatkan sebagai titik sentral yang menggerakkan berbagai upaya menuju tujuan tersebut. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah -  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi menyandang akreditas....

Suara Muhammadiyah

14 March 2024

Berita

Pengajian Triwulan PDM Jepara di Kedung Perkuat Ghirah Bermuhammadiyah untuk Jepara Berkemajuan JEP....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Kejuaraan Pemuda Cup Tapak Suci se-Kota Palangka Raya digelar se....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

KENDAL, Suara Muhammadiyah – Komitmen Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kaliwungu Selatan (Kasela....

Suara Muhammadiyah

4 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah