JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Al-Qur'an sebagai kalam Allah diturunkan tepat pada bulan Ramadhan. Dengan kentaranya, Allah menyingkap dalam Qs al-Baqarah ayat 185.
“Luar biasa, sangat hebat,” tegas Muhammad Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dan kata Saad, Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar dari Nabi Muhammad Saw. “Tidak ada keruaguan di dalamnya,” tekannya. Dan, berikutnya, memberikan tantangan yang berlaku sejak Al-Qur’an diturunkan sampai hari kiamat.
“Silakan menandingi Al-Qur’an. Datangkan satu surat saja yang sebanding dengan Al-Qur’an. Bahwa tidak akan ada makhluk yang bisa menandinginya. Dan faktanya sampai sekarang pun tidak ada,” tegasnya, Senin (2/3) di TvMu Channel dalam program Tausiyah Kiai Saad Ibrahim.
Kehebatan dari Al-Qur’an, kata Saad, melampaui zamannya. Mencontohkan tentang big bang, misalnya, ternyata sudah dibongkar oleh Al-Qur’an sejak masa lampau (Qs al-Anbiya ayat 30).
“Al-Qur’an sudah memberikan isyarat tentang itu (big bang). Dan baru kira-kira 50 tahun yang lampau, muncul istilah big bang,” tegasnya.
Terkait big bang, dikemukakan Saad, bahwa alam semesta ini dimulai dari materi yang sangat masif dan kemudian meledak. “Terjadilah ledakan yang besar,” beber Saad.
Setelah meledak dari 01 detik sampai miliaran tahun, kemudian tercipta alam semesta ini. “Matahari kita baru sempurna kira-kira 4,5 tahun yang lampau,” jelasnya.
Yang itu merupakan hasil ledakan big bang yang terjadi sekitar 13,8 miliar yang lampau. Setelah itu, bersambung alam semesta ini terus mengalami perkembangan.
“Terus-menerus bergerak, memenuhi atau bahkan menciptakan ruang dan waktu,” sambung Saad.
Di sinilah ditegaskan bahwa, Al-Qur’an benar-benar ciptaan Allah yang autentik. “Tidak mungkin dibuat oleh manusia,” tegasnnya sekali lagi. Dan, sampai kapan pun, manusia tidak akan mampu menandingi Al-Qur’an.
“Moga-moga menambah iman kita, keyakinan kita kepada Al-Qur’an, kepada Allah SwT, kepada Nabi Muhammad Saw,” tutupnya. (Cris)

