Memajukan Kesejahteraan Bangsa sebagai Manifestasi Mandat Konstitusi dan Dustur Al-Qur’an

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
520
Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd

Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Milad ke-113 Muhammaidyah mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.” Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, ada tiga alasan yang mendasari Muhammadiyah mengusung tema tersebut.

Pertama, tema tersebut merupakan amanat konstitusi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia 4, bahwa tujuan didirikannya Negara Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum. Bagi Mu’ti, substansinya ialah negara berusaha semaksimal mungkin dengan segala sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan rakyat hidup sejahtera.

“Karena itu, Muhammadiyah tentu saja memiliki sikap dan pandangan, serta langkah yang sejalan dengan yang dilakukan pemerintah,” katanya saat Refleksi Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Sabtu (22/11) di Gedung Crystal Building UMKU.

Bagi Muhammadiyah, menyejahterakan bangsa bukan sekadar slogan, tetapi sudah diwujudkan dalam tindakan dan langkah-langkah yang nyata. “Serta dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya, yang menyebut bentuknya diwujudkan secara material dan spiritual.

“Muhammadiyah berkomitmen menyejahterakan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Kedua, melongok Al-Qur’an Qs al-Baqarah ayat 200-2001, bahwa Allah mensyariatkan Islam sebagai agama yang menuntun manusia untuk meraih khasanah (kebahagiaan dan kesejahteraan. Di sinilah implikasi kiprah Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan ini adalah ciri Muhammadiyah setiap gerak langkahnya, setiap amalnya, senantiasa berdasarkan pada Al-Qur’an dan berdasarkan As-Sunnah,” tegasnya.

Ketiga, dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM), kelahiran Muhammadiyah sejatinya untuk menghadirkan kesejahteraan bangsa. “Untuk memajukan umat dan untuk kebahagiaan seluruh yang mewujud di alam semesta,” tekannya. 

Karena itu, Muhammadiyah bergerak dan berdakwah dengan segala kemampuannya untuk berupaya sedemikian rupa menjalankan pesan-pesan Al-Qur’an. Yakni meraih kebahagiaan dunia-akhirat dan kebahagiaan jasmani-rohani. 

“Itu dapat kita wujudkan dengan kita terus aktif bergerak melalui Persyarikatan Muhammadiyah,” sambungnya.

Ditambahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ini, tema milad ini sangat relevan di tengah dunia sedang tidak baik-baik saja, terutama perekonomiannya. Namun, Indonesia sendiri, sebut Mu’ti, pertumbuhan ekonomi berada di atas 5% di tengah banyak negara yang pertumbuhannya minus bahkan terjadi inflasi.

“Kita juga melihat realitas, banyak negara yang secara ekonomi masuk negara sejahtera, tapi masyarakatnya tidak bahagia. Masyarakatnya kosong secara spiritual, sehingga mereka menemukan kehampaan dalam kehidupannya,” paparnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PESISIR SELATAN, Suara Muhammadiyah – Tim relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDM....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Strategi utama organisasi untuk memenangkan perhatian publik di....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka syiar menyambut Milad Muhammadiyah ke-112, 18 November 1....

Suara Muhammadiyah

15 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Pusat Dr H Amirsy....

Suara Muhammadiyah

17 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) berhasil meraih capa....

Suara Muhammadiyah

29 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah