Memajukan Kesejahteraan Bangsa sebagai Manifestasi Mandat Konstitusi dan Dustur Al-Qur’an

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

820
Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd

Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Milad ke-113 Muhammaidyah mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.” Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, ada tiga alasan yang mendasari Muhammadiyah mengusung tema tersebut.

Pertama, tema tersebut merupakan amanat konstitusi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia 4, bahwa tujuan didirikannya Negara Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum. Bagi Mu’ti, substansinya ialah negara berusaha semaksimal mungkin dengan segala sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan rakyat hidup sejahtera.

“Karena itu, Muhammadiyah tentu saja memiliki sikap dan pandangan, serta langkah yang sejalan dengan yang dilakukan pemerintah,” katanya saat Refleksi Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Sabtu (22/11) di Gedung Crystal Building UMKU.

Bagi Muhammadiyah, menyejahterakan bangsa bukan sekadar slogan, tetapi sudah diwujudkan dalam tindakan dan langkah-langkah yang nyata. “Serta dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya, yang menyebut bentuknya diwujudkan secara material dan spiritual.

“Muhammadiyah berkomitmen menyejahterakan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Kedua, melongok Al-Qur’an Qs al-Baqarah ayat 200-2001, bahwa Allah mensyariatkan Islam sebagai agama yang menuntun manusia untuk meraih khasanah (kebahagiaan dan kesejahteraan. Di sinilah implikasi kiprah Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan ini adalah ciri Muhammadiyah setiap gerak langkahnya, setiap amalnya, senantiasa berdasarkan pada Al-Qur’an dan berdasarkan As-Sunnah,” tegasnya.

Ketiga, dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM), kelahiran Muhammadiyah sejatinya untuk menghadirkan kesejahteraan bangsa. “Untuk memajukan umat dan untuk kebahagiaan seluruh yang mewujud di alam semesta,” tekannya. 

Karena itu, Muhammadiyah bergerak dan berdakwah dengan segala kemampuannya untuk berupaya sedemikian rupa menjalankan pesan-pesan Al-Qur’an. Yakni meraih kebahagiaan dunia-akhirat dan kebahagiaan jasmani-rohani. 

“Itu dapat kita wujudkan dengan kita terus aktif bergerak melalui Persyarikatan Muhammadiyah,” sambungnya.

Ditambahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ini, tema milad ini sangat relevan di tengah dunia sedang tidak baik-baik saja, terutama perekonomiannya. Namun, Indonesia sendiri, sebut Mu’ti, pertumbuhan ekonomi berada di atas 5% di tengah banyak negara yang pertumbuhannya minus bahkan terjadi inflasi.

“Kita juga melihat realitas, banyak negara yang secara ekonomi masuk negara sejahtera, tapi masyarakatnya tidak bahagia. Masyarakatnya kosong secara spiritual, sehingga mereka menemukan kehampaan dalam kehidupannya,” paparnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAMUJU, Suara Muhammadiyah - Nasyiatul Aisyiyah melaksanakan Sosialisasi terkait pola asuh oran....

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

Berita

PAMEKASAN, Suara Muhammadiyah - Semangat baru, harapan baru. Mungkin itu berhak untuk disematka....

Suara Muhammadiyah

18 June 2024

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah 3 Tegal menggelar kegiatan amal bertajuk “MUGA BE....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY menggelar Rapat Kerja Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

16 December 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan Baitul ....

Suara Muhammadiyah

11 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah