Refleksi Idul Adha 1447 H di Masjid Al Mukhlisin
BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Ratusan jamaah memadati halaman Masjid Al-Mukhlishin yang beralamat di Jl. Mangga III, Banjarmasin, untuk melaksanakan ibadah shalat Idul Adha 1447 H / 2026 M. Komplek masjid dan perguruan ini berada di bawah naungan wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 9. Sejak pagi hari, suasana khusyuk dan religius menyelimuti lokasi acara seiring gema takbir, tahmid, dan tahlil yang dikumandangkan oleh para jamaah.
Bertindak selaku khatib dalam pelaksanaan shalat Id tersebut adalah Dr. Ruhansyah, S.Th.I, S.Pd.I, M.Pd.I, dosen tetap UNISKA MAB Banjarmasin. Dalam khutbahnya yang mengangkat tema "Memaknai Ibadah Qurban dalam Berbagai Perspektif", beliau memaparkan materi secara naratif mengenai dimensi sejarah yang luas dari ritual pengorbanan.
Dr. Ruhansyah menguraikan bahwa secara bahasa kurban berarti menghampiri atau mendekati, sedangkan menurut istilah syara' adalah menyembelih hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT pada hari raya dan hari-hari Tasyriq. Secara historis, beliau menjelaskan perjalanan panjang ibadah kurban yang ternyata tidak hanya dijumpai dalam Islam, melainkan juga terekam sejak awal sejarah peradaban manusia dan tradisi agama lain. Dimulai dari masa Nabi Adam AS melalui kisah Habil dan Qabil yang menekankan aspek ketakwaan dan keikhlasan hati, berlanjut ke masa Nabi Idris AS dengan persembahan wewangian dan hasil bumi, hingga masa Nabi Nuh AS yang membuat tempat khusus pasca-banjir besar.
Pola ini terus berkembang di masa Nabi Musa AS yang membagi kurban berdarah dan tidak berdarah, mencapai puncaknya pada ketaatan total keluarga Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, hingga disempurnakan sebagai syariat bernilai sosial-kemanusiaan oleh Nabi Muhammad SAW yang menyembelih hingga 100 ekor unta secara sukarela. Beliau juga membandingkan perspektif kurban dengan tradisi kuno seperti bangsa Jahiliyah, Romawi, Persia, serta konsep pengorbanan suci (yadnya) dalam Hindu, persembahan penebusan dosa dalam Yahudi, hingga ekaristi dalam Kristen. Melalui komparasi sejarah ini, khatib menyimpulkan tiga nilai universal dari ibadah kurban, yakni keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan sejati untuk membersihkan hati demi meraih ridha Allah SWT.
Setelah pelaksanaan shalat Id selesai, pengurus masjid langsung melaksanakan penyembelihan hewan kurban di area komplek masjid. Pada perayaan Idul Adha tahun ini, panitia pengelola Masjid Al-Mukhlishin berhasil menghimpun dan menyembelih hewan kurban dengan jumlah total sebanyak 9 ekor sapi dari para pekurban setempat.
Ketua Masjid Al-Mukhlishin Banjarmasin, M. Abduh, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan tertib. "Alhamdulillah, pelaksanaan shalat Idul Adha di halaman masjid hari ini berjalan dengan sangat lancar dan dipenuhi khidmat. Kami selaku pengurus juga sangat bersyukur atas amanah dari para jemaah sehingga tahun ini Masjid Al-Mukhlishin dapat mengelola sebanyak 9 ekor sapi kurban. Kami berharap ibadah kurban ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga mampu memperkuat jalinan ukhuwah dan kepedulian sosial di lingkungan masjid dan sekitarnya," tutur M. Abduh.
Kegiatan pemotongan hewan kurban ini dilaksanakan secara gotong-royong oleh para panitia bersama pemuda Muhammadiyah setempat dengan memperhatikan kebersihan, untuk kemudian dikemas dan disalurkan kepada warga yang berhak menerimanya.

