Membesarkan Muhammadiyah Jangan Asal-asalan, tapi Butuh Ketulusan dan Keikhlasan

Suara Muhammadiyah

20 September 2025

800
Prof Dr H Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

Prof Dr H Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib mengajak kepada seluruh warga Persyarikatan perlu menghadirkan ketulusan dalam mengurus dan membesarkan Muhammadiyah. Bagi Irwan, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar, sehingga mustahil bisa dikelola hanya dengan mengandalkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

"Kita tidak bisa setengah-setengah. Kita tidak bisa asal ada dan asal-asalan (mengurus Muhammadiyah). Butuh keseriusan, kesungguhan, dan ketulusan, sehingga Muhammadiyah bisa menjadi organisasi modern," katanya saat Pengajian Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Sleman di Masjid Agung Wahidin Soedirohoesodo Beran Lor, Tridadi, Kabupaten Sleman, Sabtu (20/9).

Hal demikian berlaku dalam mengurus di 'Aisyiyah, organisasi otonom (Ortom). Termasuk di dalam mengurus amal usaha Muhammadiyah. Bagi Irwan, tanpa memperhatikan ketiga variabel itu, maka ridha Allah tidak akan pernah diraih.

"Karena tujuan kita bermuhammadiyah untuk meraih Ridha Allah. Kalau kita mengurus Muhammadiyah hanya sisa-sisa waktu dan setengah-setengah, maka Ridha Allah tidak akan datang," katanya.

Di situ menjadi manifestasi dari bagian peribadatan kepada Allah. Juga, menjadi matarantai dari tugas kekhalifahan di muka bumi. "Maka untuk itu, kita kalau mengurus Muhammadiyah, harus diniatkan dengan tulus. Harus dengan jiwa ikhlas," tambahnya.

Irwan mengingatkan bahwa, mengurus Muhammadiyah sarat dengan tantangan dan cobaannya. "Cobaannya tidak begitu ringan," ucapnya. Memang, perjuangan di jalan Allah--lewat Muhammadiyah--begitu rupa dengan segala dinamika di dalamnya.

"Ketika kita sudah ikhlas, butuh kesabaran menjalani itu semua (mengurus Muhammadiyah)," ujarnya.

Dipertegas lagi oleh Irwan, berkecimpung di Muhammadiyah tidak bisa meninggalkan denyut nadi dakwah di kehidupan. Sebagai misi dakwah, maka diperlukan ketulusan, kesungguhan, dan keikhlasan sehingga misi dakwah itu dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Saya mengajak untuk menghadirkan ketulusan kita di dalam pengabdian kita kepada Allah SwT sebagai tugas kekhalifahan kita untuk membesarkan Persyarikatan Muhammadiyah. Mengurus Muhammadiyah dengan sungguh-sungguh menjadikan Muhammadiyah ini sebagai lahan untuk beribadah," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Menindaklanjuti amanah satuan pendidikan untuk melakukan peningjatan ka....

Suara Muhammadiyah

4 March 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113, Pimpinan Ranting....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Il....

Suara Muhammadiyah

10 August 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondok kembali menunjukkan ke....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pesantren Mahasiswa KH Djamaluddin Amien  (Pesmadina) dan ....

Suara Muhammadiyah

13 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah