Shalat Id di Masjid Ar-Rahman
BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Ratusan jamaah memadati Masjid Ar-Rahman yang beralamat di Jl. Kampung Melayu Darat, Banjarmasin, guna melaksanakan ibadah shalat Idul Adha 1447 H / 2026 M. Suasana khusyuk dan penuh berkah begitu terasa sejak fajar menyingsing seiring dengan berkumandangnya gema takbir yang sahut-menyahut menghidupkan pagi hari raya.
Khutbah Idul Adha yang mengusung tema "Membumikan Takbir, Menyembelih Ego" disampaikan dengan sangat lugas dan menyentuh hati oleh khatib Ustadz Dr. Muhammad Iqbal, M.S.I., dosen UIN Antasari Banjarmasin, sedangkan yang bertindak sebagai imam shalat ‘Id adalah Ustadz Akhbar Madani.
Dalam penyampaian khutbahnya, khatib menekankan beberapa pesan mendalam yang sangat krusial bagi kehidupan spiritual dan sosial umat. Beliau mengawali dengan mengupas makna takbir yang sesungguhnya, di mana kalimat Allahu Akbar bukan sekadar tradisi lisan di hari raya, melainkan sebuah deklarasi kemerdekaan jiwa seorang mukmin. Ketika Allah benar-benar besar di dalam hati, maka segala urusan duniawi seperti harta, jabatan, popularitas, dan pujian manusia secara otomatis akan menjadi kecil. Oleh karena itu, beliau mengingatkan jamaah agar tidak terjebak pada "berhala modern", yaitu kecenderungan menomorsatukan nafsu dan materi di atas perintah Allah.
Lebih lanjut, khatib juga mengajak jemaah untuk mengambil pelajaran dari keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS, sebab bangunan umat yang kuat selalu bermula dari bangunan keluarga yang kuat dan bertauhid. Pelajaran besar ini dipetik dari ketaatan Nabi Ibrahim, keteguhan iman Siti Hajar, serta kepasrahan Nabi Ismail yang rela mengorbankan ego serta kenyamanan demi menjalankan perintah Allah. Sebaliknya, beliau menyoroti bahwa rapuhnya rumah tangga modern saat ini sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya materi atau fasilitas, melainkan karena sepinya nilai-nilai ruhani, doa, dan hilangnya keteladanan di dalam rumah.
Sebagai penutup sari khutbah, beliau menguraikan tentang hakikat ruh kurban yang esensinya adalah menyembelih ego. Meskipun secara syariat ibadah kurban diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki, namun secara hakikat, ruh kurban adalah milik semua umat muslim. Jika tidak semua orang mampu menyembelih hewan materi, maka setiap orang wajib mampu "menyembelih ego" masing-masing dengan cara memotong kesombongan, menumpahkan keangkuhan, serta melemahkan kerakusan sifat mementingkan diri sendiri. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 37, yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darah sembelihan tersebut, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati kita.
Usai pelaksanaan shalat, kegiatan pun berlanjut dengan penyembelihan hewan kurban di area sekitar masjid. Pada perayaan Idul Adha tahun ini, pengurus Masjid Ar-Rahman mengelola dan menyembelih hewan kurban dengan jumlah total 15 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang berasal dari sumbangan warga serta jemaah setempat.
Ketua Masjid Ar-Rahman Banjarmasin, Ustadz H. Husin Musa Basyarahil, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran rangkaian ibadah serta tingginya antusiasme masyarakat dalam berkurban pada tahun ini.
"Alhamdulillah, pelaksanaan shalat Idul Adha berjalan dengan sangat tertib, dan jemaah begitu meresapi pesan khutbah untuk mengecilkan ego kita di hadapan kebesaran Allah. Amanah kurban tahun ini, berupa 15 sapi dan 1 kambing, merupakan bukti nyata kepedulian sosial jemaah Masjid Ar-Rahman. Kami berharap, daging kurban yang didistribusikan ini tidak hanya membawa berkah secara konsumsi, tetapi juga mempererat tali ukhuwah islamiyah serta menjadi sarana konkret kita untuk saling berbagi dan menebar kebaikan kepada sesama, khususnya bagi warga di sekitar Jl. Kampung Melayu Darat," ujar Ust. H. Husin Musa Basyarahil.
Proses pemotongan dan pendistribusian daging kurban dilakukan secara gotong-royong oleh panitia kurban bersama pemuda dan warga setempat. Seluruh paket daging kurban kemudian dibagikan secara tertib kepada kaum dhuafa dan masyarakat sekitar yang berhak menerima, sehingga kebahagiaan hari raya Idul Adha dapat dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat.

