Mengenal Lebih Dekat Lembaga Parekraf PP Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

29 July 2026

715
Ilustrasi

Ilustrasi

Mengenal Lebih Dekat Lembaga Parekraf PP Muhammadiyah

Oleh: Ghifari Yuristiadhi Masyhari M

Muhammadiyah terus melakukan penguatan organisasi untuk menjawab perkembangan zaman. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pembentukan Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, lembaga baru yang resmi menjadi bagian dari struktur Unsur Pembantu Pimpinan PP Muhammadiyah periode 2022–2027.

Kehadiran LPEK menandai babak baru keterlibatan Muhammadiyah dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan peradaban. Gagasan ini lahir dari kesadaran bahwa pariwisata bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan ruang strategis untuk menghadirkan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan masyarakat.

Istilah "pariwisata" sendiri untuk pertama kalinya masuk dalam struktur resmi PP Muhammadiyah pada Muktamar ke-48 di Surakarta tahun 2022 melalui pembentukan Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata. Langkah tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian Persyarikatan terhadap sektor yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Dalam perkembangannya, pada tahun 2024, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. menggagas agar bidang pariwisata dipisahkan dari Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata sehingga memperoleh ruang gerak yang lebih fokus. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 468/KEP/I.0/B/2025 yang mengukuhkan berdirinya Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PP Muhammadiyah. Sejak saat itu, Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata resmi bertransformasi menjadi Majelis Ekonomi dan Bisnis serta Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Secara kelembagaan, keberadaan LPEK diperkuat melalui Peraturan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tugas dan Wewenang Unsur Pembantu Pimpinan, yang memberikan mandat kepada LPEK untuk merumuskan kebijakan, mengembangkan jejaring, melakukan pembinaan, serta mengoordinasikan aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif di lingkungan Persyarikatan.

Dalam menjalankan tugasnya, LPEK memiliki struktur yang mencerminkan luasnya cakupan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bidang yang dikembangkan meliputi produk wisata dan penyelenggaraan event, pemasaran dan pendukung pariwisata, kelembagaan dan pengembangan industri, hingga ekonomi digital dan produk kreatif. Cakupan tersebut meliputi pengembangan wisata domestik maupun internasional, hotel, restoran, transportasi, MICE, fesyen, seni pertunjukan, UMKM, pariwisata halal, promosi destinasi, penelitian, pendidikan dan pelatihan, hingga pengembangan permainan digital, animasi, film, fotografi, dan desain komunikasi visual.

Selain menjalankan fungsi kelembagaan, PP Muhammadiyah juga memberikan dua mandat strategis kepada LPEK. Pertama, memperkuat aktivitas wisata ziarah dan napak tilas sejarah Muhammadiyah sebagai media dakwah, edukasi, dan pelestarian sejarah Persyarikatan. Program ini diharapkan mampu memperkenalkan perjalanan dakwah Muhammadiyah kepada masyarakat melalui pengalaman wisata yang edukatif dan inspiratif.

Kedua, LPEK ditugaskan menyiapkan ekosistem pariwisata Muhammadiyah guna mendukung suksesnya Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Medan tahun 2027. Persiapan tersebut meliputi pengembangan layanan wisata, akomodasi, transportasi, produk ekonomi kreatif, hingga penyusunan paket-paket wisata yang dapat dimanfaatkan oleh peserta Muktamar dari berbagai daerah.

Sebagai bagian dari penguatan organisasi, Prof. Dr. Muhadjir Effendy selaku Pemerhati LPEK PP Muhammadiyah juga mendorong pembentukan LPEK di sedikitnya sepuluh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang memiliki potensi pariwisata. Langkah ini menjadi awal terbentuknya ekosistem pariwisata Muhammadiyah yang terintegrasi dari pusat hingga daerah.

PWM Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah pertama yang merealisasikan amanat tersebut dengan membentuk LPEK pada Jumat (24/7/2026). Pembentukan ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain dalam mengembangkan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan wisata berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Dengan hadirnya Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pelaku dakwah di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, tetapi juga berperan aktif dalam membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkemajuan, berkeadaban, serta memberikan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Membaca Kembali Kepribadian Muhammadiyah Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Guru Besar UIN Syarif H....

Suara Muhammadiyah

13 July 2026

Wawasan

Oleh: Ir Tito Yuwono, ST., MSc., PhD., IPM, Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Wawasan

Jejak Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat: Dari Mihrab Spiritualitas ke Labor Intelektual Perad....

Suara Muhammadiyah

17 October 2025

Wawasan

Trilogi Bagian Kedua: Suami istri Saling Menutupi Ketidaksempurnaan Pasangannya Oleh: M. Rifqi Ros....

Suara Muhammadiyah

24 November 2023

Wawasan

  Amanah dan Etika Distribusi Kekuasaan  Oleh: Ahmad Yani, Pengurus Komisi Fatwa M....

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah