BOGOR, Suara Muhammadiyah - Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Belajar Bahasa melalui Dongeng sebagai Penguatan Kosakata dan Kemampuan Berkomunikasi Siswa di TKIT Al Fath” pada Kamis, 15 Oktober 2026, di TKIT Al Fath, Perumahan Pesona Kahuripan 3, Jalan Pattimura IV, Blok B.4/9, RT 002/RW 015, Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan memperkaya kosakata anak sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi melalui kegiatan menyimak cerita, percakapan, dan permainan peran. Metode dongeng interaktif dipilih agar anak-anak dapat belajar bahasa dalam suasana yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini.
Tim pengabdian terdiri atas Deasy Wahyu Hidayati, M.Pd., selaku ketua tim, bersama Sri Mulyani, M.Pd., dan Dr. Abdul Rahman Jupri, M.Pd., dan Hendra Apriyadi, M.Pd., sebagai anggota. Dalam pelaksanaannya, Deasy Wahyu Hidayati, M.Pd., menyampaikan dongeng interaktif dengan memanfaatkan media gambar untuk membantu anak mengenali kosakata dan memahami isi cerita. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias melalui aktivitas menyimak, mengamati gambar, menjawab pertanyaan, serta berinteraksi selama proses mendongeng berlangsung.
Selain kegiatan mendongeng, tim pengabdian juga melaksanakan penguatan kosakata melalui tanya jawab dan permainan peran. Aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dalam mengenali, memahami, dan menggunakan kata-kata dalam konteks sederhana. Pada akhir kegiatan, anak-anak mendapatkan apresiasi berupa alat tulis sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka.
Pemilik TKIT Al Fath, Pak Muhammad, menyambut baik pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama antara UHAMKA dan TKIT Al Fath, yang dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan pengembangan pendidikan.
“Semoga akan ada kegiatan-kegiatan lainnya yang serupa, terutama juga dengan guru sebagai sasaran utamanya,” ungkap Pak Muhammad.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap dongeng dapat semakin dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bahasa yang komunikatif, menarik, dan dekat dengan dunia anak. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam pengembangan kosakata dan kemampuan berkomunikasi anak usia dini. (Hendra Apriyadi)

