YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di balik gemerlap kesuksesan ParagonCorp, perusahaan kecantikan terkemuka di Indonesia, berdiri sosok inspiratif yaitu Nurhayati Subakat. Perjalanan hidupnya yang penuh liku dan ketangguhan kini diabadikan dalam film "Mengusahakan Pertolongan Ilahi," sekaligus ulang tahun 40 Paragon yang diputar perdana serentak di 77 titik di Indonesia termasuk di negeri jiran Malaysia pada Jumat, 28 Februari 2025.
Film ini menjadi jendela yang membawa penonton menyelami perjalanan penuh makna Nurhayati Subakat dalam membangun ParagonCorp dari nol hingga mencapai puncak kejayaan. Kisah ini juga tertuang dalam buku berjudul sama karya A Fuadi, menambah kedalaman narasi yang disajikan.
"Mengusahakan Pertolongan Ilahi" juga berbagai rintangan dan hambatan yang dihadapi Nurhayati Subakat, terutama dalam membangun bisnisnya yang berdiri sejak tahun 1985. Diperankan oleh artis ternama seperti Revalina S. Temat hingga Widyawati, film ini menggambarkan bagaimana keteguhan hati dan keyakinan menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap tantangan.
Salah satu momen mengharukan dalam film ini adalah ketika Nurhayati Subakat didiagnosis kanker. Namun, alih-alih larut dalam kesedihan, ia memilih untuk tetap optimis dan tegar. "Hampir jarang saya bersedih dalam hidup," ujarnya dalam sesi talkshow setelah pemutaran film. "Saat mendapat kabar mengidap kanker, saya tetap teguh dan tidak sedih."
Dalam talkshow yang dihadiri Nurhayati Subakat dan suaminya, pesan-pesan inspiratif terus mengalir. Nurhayati Subakat mengajak semua orang untuk selalu optimis dan belajar dari kegagalan. "Kegagalan harus kita pelajari," tuturnya. "Kita selalu bergerak, tak boleh berhenti, ikhtiar semaksimal mungkin, terus bergerak ke depan. InsyaAllah dibantu oleh Allah."
Terang saja, ParagonCorp menjelman menjadi perusahaan asal Indonesia. Perjalanan ParagonCorp bermula dari perusahaan kosmetik nasional terbesar di Indonesia bernama PT Paragon Technology and Innovation yang menaungi brand-brand seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Putri, Laboré, Biodef, Instaperfect, Crystallure, Tavi, dan Wonderly.
Ia juga menekankan pentingnya berbuat baik, karena kebaikan akan kembali kepada pelakunya. "Kalau kita berbuat baik, ternyata hasilnya kembali ke kita," ungkapnya. "Banyak momen yang saya sebut pertolongan Allah."
Sang suami, yang biasa dipanggil Pak Subakat, turut memberikan pesan kepada para Paragonian, sebutan bagi tim ParagonCorp, untuk terus menerapkan gaya hidup humble (rendah hati), hardwork (kerja keras), dan frugal (hemat). Nilai-nilai ini menjadi landasan kuat dalam membangun budaya perusahaan yang positif dan produktif.
Film "Mengusahakan Pertolongan Ilahi" merupakan sebuah karya yang sarat akan nilai-nilai luhur dan pesan-pesan inspiratif. Diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi dan berjuang mewujudkan impian.
Pemutaran film di Yogyakarta berlangsung khidmat sekaligus meriah dalam agenda bertahuk "40 Years and Beyond". Para Paragonian tampak terharu dan meneteskan air mata saat menyaksikan perjuangan dan tekad kuat para pendiri ParagonCorp. Film ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sumber inspirasi dan motivasi bagi mereka untuk terus berkontribusi dalam memajukan perusahaan. "Saya sangat terinspirasi dengan kisah Ibu Nurhayati Subakat," ujar salah satu Paragonian. (Rpd)