Menilik Makna Daun Kelor di Balik Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

12 September 2026

90
Logo resmi Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Doc. PP Muhammadiyah

Logo resmi Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Doc. PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Palu, Sulawesi Tengah, ditetapkan sebagai tuan rumah Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Dan secara resmi, Muhammadiyan meluncurkan logonya, Sabtu (12/9) di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Cik Ditiro, Kota Yogyakarta.

Elemen utama dari logo ini yaitu daun kelor. Daun kelor ini, selain menjadi salah satu ikon dan identitas khas Kota Palu, kata Haedar Nashir, kandungan maknanya begitu rupa.

Pohon kelor disebut Haedar sebagai pohon ajaib. Kenapa dikatakan seperti itu? Sebab bisa tumbuh dan hidup di musim dan tempat mana pun.

"Dia lambang dari kesederhanaan dan ketangguhan," jelas Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut.

Karena itu, spirit Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, Haedar mengajak kepada seluruh pimpinan dan warga Persyarikatan agar makin memperkuat kesederhanaan yang punya nilai (qimah, value) dan ketangguhan.

"Bukan kesederhanaan sebagai populisme dan ketangguhan di mana kita bisa adaptif tetapi kuat dalam setiap zaman dan pergerakan," terang Haedar.

Selain itu, daun kelor sebagai simbol keluasan. Dalam sebuah adagium dikatakan, "Dunia tak selebar daun kelor." Dikemukakan Haedar, dunia itu bersifat universal. "Itu luas sekali," ucapnya.

Artinya, lanjut Haedar, daun kelor itu lambang keluasan. “Keluasan wawasan, keluasan pikiran, keluasan pergaulan dan keluasan jelajah pergerakan Muhammadiyah,” sambungnya.

Itulah makna dari elemen daun kelor. Sehingga dengan keluasan itu lalu hidup menjadi inklusif.

“Dan kita bisa menghadapi kehidupan dengan universalisme yang bernilai," bebernya.

Di samping itu, pohon kelor juga dimaknai sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran. "Pohon kelor adalah pohon keajaiban karena dia adalah lambang kesejahteraan dan memakmurkan. Terbukti bahwa daun kelor itu bisa dimasak. Dan enak asal masaknya baik," selorohnya, menandaskan.

Bentuk daun kelor itu dipadukan secara dinamis dengan angka 114. Angka ini bukan sekadar peringatan usia semata, bersamaan dengan itu, juga menjadi representasi dari perjalanan eksistensi Persyarikatan Muhammadiyah yang terus bergerak secara dinamis, berkemajuan, dan harmonis. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Ketika Ateis dan Mantan Ekstremis Berdialog tentang Islam Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu ....

Suara Muhammadiyah

20 January 2025

Berita

SUARA MUHAMMADIYAH, Surabaya - Empat website karya Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Berita

Kenalkan Smart Farming Tingkatkan Kemandirian dan Literasi Digital di SLB Muhammadiyah Kutoarjo PUR....

Suara Muhammadiyah

29 December 2023

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 18 PDM Kabupaten/Kota menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil)....

Suara Muhammadiyah

3 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyiapkan sekolah/madrasah Muhammadiyah yang unggul, Maj....

Suara Muhammadiyah

20 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah