Menilik Makna Daun Kelor di Balik Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

12 September 2026

353
Logo resmi Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Doc. PP Muhammadiyah

Logo resmi Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Doc. PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Palu, Sulawesi Tengah, ditetapkan sebagai tuan rumah Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Dan secara resmi, Muhammadiyan meluncurkan logonya, Sabtu (12/9) di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Cik Ditiro, Kota Yogyakarta.

Elemen utama dari logo ini yaitu daun kelor. Daun kelor ini, selain menjadi salah satu ikon dan identitas khas Kota Palu, kata Haedar Nashir, kandungan maknanya begitu rupa.

Pohon kelor disebut Haedar sebagai pohon ajaib. Kenapa dikatakan seperti itu? Sebab bisa tumbuh dan hidup di musim dan tempat mana pun.

"Dia lambang dari kesederhanaan dan ketangguhan," jelas Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut.

Karena itu, spirit Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, Haedar mengajak kepada seluruh pimpinan dan warga Persyarikatan agar makin memperkuat kesederhanaan yang punya nilai (qimah, value) dan ketangguhan.

"Bukan kesederhanaan sebagai populisme dan ketangguhan di mana kita bisa adaptif tetapi kuat dalam setiap zaman dan pergerakan," terang Haedar.

Selain itu, daun kelor sebagai simbol keluasan. Dalam sebuah adagium dikatakan, "Dunia tak selebar daun kelor." Dikemukakan Haedar, dunia itu bersifat universal. "Itu luas sekali," ucapnya.

Artinya, lanjut Haedar, daun kelor itu lambang keluasan. “Keluasan wawasan, keluasan pikiran, keluasan pergaulan dan keluasan jelajah pergerakan Muhammadiyah,” sambungnya.

Itulah makna dari elemen daun kelor. Sehingga dengan keluasan itu lalu hidup menjadi inklusif.

“Dan kita bisa menghadapi kehidupan dengan universalisme yang bernilai," bebernya.

Di samping itu, pohon kelor juga dimaknai sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran. "Pohon kelor adalah pohon keajaiban karena dia adalah lambang kesejahteraan dan memakmurkan. Terbukti bahwa daun kelor itu bisa dimasak. Dan enak asal masaknya baik," selorohnya, menandaskan.

Bentuk daun kelor itu dipadukan secara dinamis dengan angka 114. Angka ini bukan sekadar peringatan usia semata, bersamaan dengan itu, juga menjadi representasi dari perjalanan eksistensi Persyarikatan Muhammadiyah yang terus bergerak secara dinamis, berkemajuan, dan harmonis. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Dr H Muhammad Ikhwan Ahada,....

Suara Muhammadiyah

16 March 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Usaha Lumbung Aisyi....

Suara Muhammadiyah

9 May 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pahandut Kota ....

Suara Muhammadiyah

12 February 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Kemerdekaan sejati bukan hanya soal terbebas dari penjajahan fisik. Le....

Suara Muhammadiyah

31 August 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Sabtu, 14 Juni 2025 menjadi puncak bagi proses pendidikan keter....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah