Menjadi Pemimpin dalam Islam

Publish

2 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
687
Istimewa

Istimewa

MATARAM, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua MPKS PP Muhammadiyah Faozan Amar memberikan kuliah subuh tentang Kepemimpinan di Boarding School Mualimin Muhammadiyah (BSMM) Lombok Barat NTB, Ahad (2/102025).

Menurutnya, dalam Al Qur’an setidaknya ada tiga syarat untuk menjadi pemimpin. Pertama, Pandai menjaga kemampuan dan berpengetahuan. Firman Allah : Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan" (QS Yusuf ; 55). 

“Jadi apabila kita punya kemampuan dan ilmu, maka boleh kita mengajukan diri sebagai calon pemimpin termasuk melamar pekerjaan," ujar Faozan yang juga dosen FEB UHAMKA.

Syarat kedua, Kuat dan dapat dipercaya. Firman Allah : Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya" (QS. Al-Qashash ; 26).

“Karena itu, sebagai calon pemimpin santri harus kuat iman, ilmu, fisik, mental, ekonomi, dan juga jaringan,” kata Faozan dihadapan ratusan santri, pengasuh, mudir dan PDM Lombok Barat.

Ketiga, ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa. Firman Allah : Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui (QS. Al Baqarah : 247). 

Kisah dalam Al Qur’an tersebut menggambarkan bahwa Thalut diangkat menjadi seorang raja karena memiliki ilmu yang luas dan tubuh perkasa. “Maka sebagai santri harus rajin belajar dan berolahraga agar dapat memiliki ilmu dan tubuh yang kuat," kata Faozan menambahkan.

Sebagai penutup ceramah, Faozan mengutip hadits Nabi Muhammad SAW : Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan (HR. Muslim). 

Faozan mengakhiri ceramahnya dengan mangajak jamaah untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin dengan iman, ilmu, jiwa raga, harta dan jaringan yang kuat. (NSF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

THAILAND, Suara Muhammadiyah – Dosen prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Nur....

Suara Muhammadiyah

13 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - “Sehat Belum Tentu Bugar, Tapi Bugar Pasti Sehat”, meru....

Suara Muhammadiyah

13 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki tahun baru 2024 dan melihat tantangan serta dinamika  ....

Suara Muhammadiyah

22 January 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republi....

Suara Muhammadiyah

24 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suara Muhammadiyah merupakan majalah resmi milik Pimpinan Pus....

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah