Menjadikan Islam Sebagai Agama yang Bercahaya

Publish

15 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
465
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir menyampaikan amanatnya dalam Musyawarah PCIM Amerika Serikat

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir menyampaikan amanatnya dalam Musyawarah PCIM Amerika Serikat

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Islam sebagai agama tidak hanya dipahami dalam dimensi perintah dan larangan semata, tetapi juga mengandung dimensi petunjuk (Al-Irsyadah) yang luas bagi kehidupan manusia. Pandangan inilah yang menjadi salah satu ciri khas pemahaman Islam dalam Muhammadiyah.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat membuka Musyawarah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat, Sabtu (13/12) secara daring. Kegiatan ini sekaligus menandai usia PCIM Amerika Serikat yang telah memasuki tahun ke-17.

Haedar menjelaskan, dalam Manhaj Tarjih, Islam didefinisikan sebagai agama yang diturunkan Allah SWT kepada para Nabi Adam hingga Nabi Muhammad saw, yang ajarannya termaktub dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang maqbullah. Di dalamnya terkandung perintah-perintah, larangan-larangan, serta petunjuk-petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat.

“Yang perlu kita garis bawahi adalah dimensi petunjuk atau Al-Irsyadah. Dari definisi Islam itu, Muhammadiyah memberi penekanan substansial yang mungkin berbeda, yakni pada dimensi petunjuk,” ujar Haedar.

Menurutnya, dalam banyak ceramah, kajian, atau bacaan keislaman, Islam kerap dipahami secara dominan dalam kerangka perintah dan larangan. Padahal, Al-Qur’an sendiri sarat dengan petunjuk yang tercermin dalam berbagai konsep, seperti Al-Furqan, Al-Qur’an sebagai penjelas, penciptaan alam semesta, hingga berbagai peristiwa kehidupan yang mengandung hikmah dan tuntunan.

“Betapa luas dimensi keduniawian yang kemudian direpresentasikan dalam pemahaman muamalah duniawiyah. Di situlah ruang ijtihad dan ruang berpikir terbuka lebar,” jelasnya.

Haedar menambahkan, Muhammadiyah berusaha menggali kembali ajaran Islam yang selama berabad-abad kerap terkungkung dalam kejumudan. Oleh karena itu, Islam dihadirkan sebagai agama pencerah.

Ia mengutip pemikiran pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang menyatakan bahwa pada hakikatnya agama itu cerah, bercahaya, dan berkilau. Namun, redupnya agama bukan disebabkan oleh ajarannya, melainkan oleh umat yang tidak memahami Islam secara mendalam.

Pemahaman tersebut, lanjut Haedar, menjadi salah satu pokok pandangan Islam Muhammadiyah yang telah dikodifikasi melalui Muktamar dalam Risalah Islam Berkemajuan. Risalah ini menjadi dasar, bingkai, dan cita-cita dalam menggerakkan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Dengan Risalah Islam Berkemajuan itu, saya yakin seluruh PCIM di mana pun berada, meskipun jarang bertemu secara fisik, tetap dapat terikat oleh satu pemahaman dan perspektif yang sama, yaitu Islam Berkemajuan,” pungkas Haedar.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melantik jajaran Wakil Re....

Suara Muhammadiyah

17 January 2024

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) terus memperluas ja....

Suara Muhammadiyah

4 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ahad, 02 Februari 2025 di Aula Siti Baroroh Baried UNISA Yogyakarta....

Suara Muhammadiyah

4 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pemilu 2024 di depan mata. Pada Rabu (14/2) mendatang, seluru....

Suara Muhammadiyah

12 February 2024

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kembali menggelar Sidang Ter....

Suara Muhammadiyah

13 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah