PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Majelis Dikdasmen Wujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak

Suara Muhammadiyah

20 October 2025

849
Foto Istimewa

Foto Istimewa

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Kekerasan di lingkungan pendidikan masih menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Baik dalam bentuk perundungan, pelecehan seksual, maupun kekerasan verbal dan struktural, kasus-kasus tersebut dapat menghambat tumbuh kembang anak serta menciderai nilai dasar pendidikan Islam. Menjawab tantangan itu, Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor menyelenggarakan kegiatan Sekolah Ramah Anak di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Sawangan, Depok, Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh guru-guru sekolah Muhammadiyah se-Jawa Barat ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam mencegah dan menangani kekerasan di sekolah dan madrasah, sekaligus membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berperspektif perlindungan anak.

Salah satu sesi utama menghadirkan Kepala Pusat Studi Islam, Perempuan dan Pembangunan (PSIPP) ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Yulianti Muthmainnah, yang membawakan materi berjudul “Penanganan Kekerasan, Pelecehan Seksual, dan Perundungan di Sekolah dan Madrasah.”

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang perlindungan. Guru dan tenaga pendidik harus menjadi garda depan dalam mencegah segala bentuk kekerasan. Islam mengajarkan pendidikan dengan kasih sayang, bukan dengan ketakutan,” ujar Yulianti Muthmainnah dalam pemaparannya.

Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif PSIPP ITB Ahmad Dahlan Jakarta Goes to Muhammadiyah Islamic Boarding School and Muhammadiyah Senior–Junior High School, yang dilaksanakan bekerja sama dengan PT Unilever Indonesia Tbk. Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah berupaya memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan masyarakat dalam membangun lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan berbasis nilai Islam berkemajuan.

“Upaya pencegahan kekerasan harus dilakukan secara sistematis, bukan hanya dengan pelatihan, tetapi juga dengan membangun budaya sekolah yang menumbuhkan empati, keadilan, dan tanggung jawab sosial,” tambah Yulianti.

Dengan komitmen ini, Yuli berharap lembaga pendidikan Muhammadiyah terus menjadi pelopor dalam menghadirkan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi martabat kemanusiaan dan perlindungan terhadap anak.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Tim Robotika SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) sukses mengh....

Suara Muhammadiyah

7 February 2025

Berita

BATAM, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memastikan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 berjalan dengan lanc....

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) memulai rangkai....

Suara Muhammadiyah

5 October 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah-  Konsolidasi Aisyiyah Sumatera Utara Zona-III berlangsung di Kota Si....

Suara Muhammadiyah

15 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kita harus pandai merenungi sejumlah besar kenikmatan yang telah di....

Suara Muhammadiyah

3 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah