Menjaga Persatuan Adalah Perintah Agama dan Amanat Para Pendiri Bangsa

Suara Muhammadiyah

5 June 2026

477
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Semangat menjaga persatuan di tengah keberagaman menjadi pesan utama dalam Dialog Kebangsaan Bersama Sahabat Deradikalisasi bertema "Ikhtiar Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman".

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, mitra strategis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di tingkat provinsi.

Peserta berasal dari kalangan sahabat deradikalisasi, yakni warga yang pernah terpapar paham, ideologi, atau gerakan yang bertentangan dengan komitmen kebangsaan dan dasar negara Indonesia. Melalui program pembinaan dan pendampingan, mereka didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dialog dipimpin Ketua LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin. Ia mengajak peserta memandang keberagaman sebagai kehendak Allah Swt. yang harus diterima dan dijaga bersama. Perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama, menurutnya, bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan sarana memperkuat persaudaraan.

Mengutip QS. Al-Hujurat ayat 13, Arifin menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Karena itu, keberagaman merupakan anugerah yang harus disyukuri.

"Allah tidak menciptakan manusia dalam satu warna dan satu budaya. Perbedaan adalah kehendak-Nya. Tugas kita bukan menghilangkan perbedaan itu, tetapi membangun kehidupan yang saling menghormati dan saling menjaga," ujarnya.

Menurut Arifin, Indonesia menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika dikelola dengan baik. Di tengah ratusan suku, bahasa, budaya, dan tradisi, bangsa ini tetap kokoh karena para pendiri bangsa menjadikan persatuan sebagai fondasi utama.

Ia menegaskan bahwa menjaga persatuan bukan hanya tuntutan kebangsaan, tetapi juga perintah agama, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Ali Imran ayat 103 agar umat berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai.

"Agama mengajarkan persaudaraan dan persatuan. Karena itu, menjaga kerukunan, menghormati sesama, dan menghindari perpecahan merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya di Ruang Pertemuan Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya, Kamis (4/6).

Arifin juga mengajak peserta memahami Pancasila sebagai hasil ikhtiar para pendiri bangsa untuk menemukan titik temu di tengah keragaman Indonesia.

"Pancasila adalah ikhtiar besar para pendiri bangsa untuk menghadirkan persatuan di tengah perbedaan. Mereka menyadari bahwa Indonesia dibangun oleh banyak kelompok yang beragam. Karena itu, yang dicari adalah titik temu, bukan titik perbedaan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila sejalan dengan nilai agama, terutama dalam penghormatan terhadap kemanusiaan, keadilan, persaudaraan, dan kehidupan yang damai.

Di hadapan para sahabat deradikalisasi, Arifin mengajak peserta terus berperan menjaga persatuan melalui dialog, semangat kebersamaan, serta penolakan terhadap segala bentuk kebencian dan kekerasan.

"Indonesia adalah rumah bersama. Rumah ini diwariskan oleh para pendiri bangsa dalam keadaan utuh. Tugas kita hari ini adalah menjaganya, merawat persatuannya, dan memastikan bahwa keberagaman tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan," pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Antariksa 2024 merupakan program yang diinisiasi oleh mahasis....

Suara Muhammadiyah

15 June 2024

Berita

MANADO, Suara Muhammadiyah – Kesejahteraan dapat terwujud secara nyata manakala diikuti dengan....

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tahun Pelajaran 2024/2025 Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyaka....

Suara Muhammadiyah

7 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kesenjangan antara teori dan realitas menjadi perhatian penting dal....

Suara Muhammadiyah

17 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tampaknya memang sangat mendasar. Membangun sistem dalam kese....

Suara Muhammadiyah

19 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah