Menjalankan Bisnis Perlu Berkolaborasi, Bukan Jalan Sendiri-sendiri

Suara Muhammadiyah

7 February 2026

659
Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

MUNTILAN, Suara Muhammadiyah – Usaha bisnis yang dijalankan Suara Muhammadiyah muskil berkembang tanpa sokongan kolaborasi. “Tidak mungkin bagi satu entitas akan memiliki dari aspek hulu ke hilir. Harus ada aspek yang kita kolaborasikan,” tutur Deni Asy’ari.

Tersebut Kemadjoean Resto. Saat ini, sudah ada di kawasan wisata Pantai Laguna, Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul. Juga, ada di Pantai Pancer Door Lingkungan Kebon, Kelurahan Ploso, Pacitan, Jawa Timur. Usaha menjalankan bisnis ini, tidak berjalan dengan baik, kata Deni, tanpa adanya kolaborasi satu sama lain.

“Kami berkolaborasi dengan siapa? Dengan pemerintah setempat. Mereka yang punya akses terhadap pantai-pantai. Mereka punya tempat, kami punya modal, dan kami punya manajemen. Kita kolaborasikan,” bebernya, mencontohkan serupa dengan itu bisnis di bidang perhotelan.

Dalam konteks sekarang ini, kolaborasi menjadi suatu keniscayaan. Lebih-lebih di tengah era disrupsi yang kian menyeruak. “Kolaborasi dan sinergi adalah kewajiban,” tegas Deni. Dan ini, telah dan akan terus dilakukan seterusnya.

“Bisa kita kolaborasikan dan kita kerja samakan,” tambah Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah lagi dalam Seminar Ekonomi Muhammadiyah Muntilan Expo (MME) 2026, Jumat (6/2) di SMK Muhammadiyah 2 Muntilan.

Lebih-lebih, Muhammadiyah saat ini dalam menjalankan bisnis mendorong adanya konsep Social Corporate. Maknanya kemudian, Bisnis secara organisasi yang keuntungannya untuk umat. “Muhammadiyah mulai menginstitusionalisasikan bisnis, tidak lagi personal,” imbuhnya, menekankan sekali lagi, betapa pentingnya jalinan kolaborasi. Di samping, diperlukan juga untuk membangun circle.

Pada konteks inilah, Deni turut mendorong kepada seluruh anak muda untuk bisa membangun circle. Terpenting dari hal yang telah terbentang tadi, dalam kerangka menjaring bibit-bibit baru pelaku enterpreneur muda, di sinilah membangun circle menemukan titik relevansinya.

Bagi Wakil Sekretaris 1 Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, membangun circle menjadi komparador untuk melanjutkan bisnis-bisnis yang sudah berjalan di ranting-ranting Muhammadiyah.

“Perlu kita wariskan secara regenerasi. Kita bisa perkuat pada generasi selanjutnya untuk melakukan estafet kepemimpinan dalam mengelola usaha-usaha yang ada di lingkungan ranting Muhammadiyah,” tukas Deni. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Di....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah - Bertempat di kompleks pelataran masjid Baitul Makmur Panaragan Jaya Uta....

Suara Muhammadiyah

10 November 2023

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Penyerahan bantuan traktor tangan  untuk Kelompok Tani (Poktan) L....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Pelatihan Manajemen Reputasi Organisasi Muhammadiyah Zona I yan....

Suara Muhammadiyah

17 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Gerakan Muhammadiyah di bidang Kesehatan Masyarakat menemukan momentum....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah