Menumbuhkan Etos Berkemajuan Pasca Idul Fitri

Suara Muhammadiyah

3 April 2026

463
Abdul Mu'ti

Abdul Mu'ti

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Ribuan warga Muhammadiyah tumpah ruah di halaman Masjid Raya Al Khuzaemah Kajen, Pekalongan. Mereka menghadiri Silaturahmi dan Pengajian Akbar yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Jumat (2/4). Pengajian tersebut menghadirkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti.

Dalam ceramahnya Abdul Mu'ti menyoroti keunikan kegiatan Halal Bihalal dan ungkapan "Mohon Maaf Lahir dan Batin" yang hanya ditemukan di Indonesia. Ia menuturkan bahwa ungkapan 'Mohon Maaf Lahir dan Batin' merupakan kekhasan yang hanya dimiliki Indonesia.

Berdasarkan pengamatannya di berbagai negara, tradisi selepas salat Idul fitri biasanya hanya diisi dengan salaman dan mengucapan 'Id Mubarak' yang bermakna hari raya yang diberkahi. Namun di Indonesia dinilai sangat lengkap.

"Kita memulainya dengan doa sesuai hadis Nabi, yakni 'Taqabbalallahu minna wa minkum', yang berarti semoga Allah menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian. Kemudian, kita melengkapinya dengan kalimat 'Minal Aidin wal Faizin'," tutur Abduk Mu'ti, di hadapan ribuan jemaah.

Melalui ungkapan 'Minal Aidin wal Faizin', menurutnya adalah ungkapan saling mendoakan. "Kita sebenarnya sedang saling mendoakan agar kita termasuk golongan yang kembali pada fitrah, serta menjadi hamba-hamba yang menang dan sukses dalam perjuangan spiritual," imbuh pria asal Kudus tersebut.

Abdul Mu'ti mengingatkan tiga ciri orang bertakwa kepada Allah, yakni gemar berinfak baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Memiliki pengendalian diri (amarah) yang kuat, tidak mudah marah. Memaafkan sesama yakni menyempurnakan perjalanan spiritual dengan keikhlasan hati.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Mulyono, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya etos kerja yang terintegrasi untuk memajukan organisasi dan daerah. Ia menambahkan bahwa momentum ini menjadi pemacu bagi Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan untuk terus berkhidmat dalam memajukan sektor pendidikan, dakwah, dan pelayanan umat.

"Selaku pribadi dan pimpinan daerah, saya memohon maaf lahir dan batin jika dalam berinteraksi maupun mengemban amanat organisasi terdapat hal-hal yang kurang berkenan atau kekeliruan dalam aktivitas keseharian," ungkapnya tulus.

Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi nyata Muhammadiyah yang telah membantu kerja Pemerintah Daerah.

"Sinergi yang terjalin selama ini luar biasa. Separuh persoalan di Kabupaten Pekalongan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, terbantu oleh warga Muhammadiyah. Maka, wajib hukumnya bagi pemerintah untuk bekerja sama dan dekat dengan Muhammadiyah dalam upaya memajukan bangsa," tegasnya. (diko/mukhtarom)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengajian Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta ber....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) berkolaborasi bersama Pertamina....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - PPDB di SMK Muhammadiyah Purwodadi Kabupaten Purworejo tahun pelajar....

Suara Muhammadiyah

23 July 2023

Berita

CIMAHI, Suara Muhammadiyah - Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Cimahi, H Muhammad Ersyad Muttaqin menga....

Suara Muhammadiyah

22 August 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMP Ahmad Dahlan, Ch....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah